Sekda Sulsel Sakit
Sekda Sulsel Abdul Hayat Gani Sakit Apa? Gubernur Nurdin Abdullah Jelaskan, Dirujuk ke RS Wahidin
Sekda Sulsel Abdul Hayat Gani sakit apa? Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah jelaskan hingga kenapa Abdul Hayat Gani dirujuk ke RS Wahidin Sudirohusodo.
TRIBUN-TIMUR.COM - Sekda Sulsel Abdul Hayat Gani sakit apa? Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah jelaskan hingga kenapa Abdul Hayat Gani dirujuk ke RS Wahidin Sudirohusodo.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan atau Sekda Sulsel, Abdul Hayat Gani kini sedang sakit dan dirawat di RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Sulsel.
Dia dirawat di RS Wahidin Sudirohusodo karena dirujuk dan sebelumnya dikabarka dirawat di RS Siloam, Makassar, selama hampir sepekan.
Sekda Sulsel sakit apa?
Menurut Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, Abdul Hayat Gani sedang menderita penyakit demam berdarah.
“Awalnya DBD, tapi sudah sembuh, tapi asmanya kambuh. Dia minta dirujuk ke Wahidin karena peralatan lebih lebih lengkap,” kata Nurdin Abdullah dikutip dari Antara.
RS Wahidin Sudirohusodo kini menjadi satu dari 7 rumah sakit rujukan untuk pasien terinfeksi Virus Corona, di Sulsel.
• Gejala atau Ciri-ciri Terinfeksi Virus Corona dari Demam hingga Sembuh, 134 Terinfeksi dan 8 Sembuh
Menurut Nurdin Abdullah, tak menjadi masalah jika Abdul Hayat Gani dirujuk ke RS Wahidin Sudirohusodo.
“Sebenarnya tidak ada masalah, cuma diantisipasi saja,” kata Nurdin Abdullah.
Sebelumnya, pada pekan lalu, Nurdin Abdullah sudah mengungkapkan jika Abdul Hayat Gani menderita demam berdarah atau demam berdarah dengue (DBD).
Dia mengungkapkan itu ketika berbicara pada Rakor Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Covid-19, di Baruga Karaeng Patingalloang, Rujab Gubernur Sulsel, Makassar, Jumat (13/3/2020).
"Kemarin (Kamis, 12 Maret 2020) saya mengunjungi Pak Sekda. Saya bilang sama Sekda ini nyamuk gigit Pak Sekda ini, tidak tahu kalau yang dia gigit itu Sekda," ujar Nurdin Abdullah.
Lebih lanjut, kata dia, "DBD ini tidak kenal apakah dia orang kaya, orang miskin, pangkat tinggi, profesor dan pegawai. Intinya Kita antisipasi virus ini mewabah kemana-mana," ujarnya.
Mantan Bupati Bantaeng itu pun memerintahkan dinas kesehatan untuk rutin melakukan fogging.
Saat Abdul Hayat Gani sakit, Gubernur Sulsel pun sigap menunjuk pelaksana tugas Sekda Sulsel.
Asisten I Setda Provinsi Sulsel, A Aslam Patonangi sekaligus mantan Bupati Pinrang ditunjuk sebagai Plt Sekda Sulsel.
Gejala dan Penyebab DBD
Disalin dari laman Alodokter.com melalui artikel berjudul 'Demam Berdarah' DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue.
Virus ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang hidup di wilayah tropis dan subtropis.
Diperkirakan terdapat setidaknya 50 juta kasus demam berdarah di seluruh dunia tiap tahunnya.
Demam berdarah merupakan salah satu penyakit tropis yang banyak ditemukan di Indonesia.
Menurut data yang dihimpun Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, demam berdarah telah menjadi penyakit endemik di Indonesia sejak tahun 1968.
Sejak itu, penyakit ini menjadi salah satu masalah utama di Indonesia, dengan penyebaran dan jumlah penderita yang cenderung meningkat setiap tahun.
Gejala demam berdarah, antara lain adalah demam, nyeri perut, muntah, dan tubuh lemas.
Penderita demam berdarah juga mengalami perdarahan, seperti pada hidung, gusi, atau di bawah kulit, sehingga tampak seperti memar.
Darah juga bisa terdapat dalam urine, feses, atau muntah. Segera cari pertolongan medis, bila timbul sesak napas atau keringat dingin.
Sedangkan demam dengue adalah bentuk ringan dari infeksi virus Dengue.
Sama halnya dengan demam berdarah, demam dengue dimulai dengan gejala demam.
Gejalanya muncul 4-7 hari sejak gigitan nyamuk (masa inkubasi DBD), dan bisa berlangsung selama 10 hari.
Sejumlah gejala demam dengue meliputi:
* Suhu badan tinggi yang bisa mencapai 40 derajat Celcius atau lebih.
* Sakit kepala berat
* Nyeri pada sendi, otot, dan tulang.
* Hilang nafsu makan.
* Nyeri pada bagian belakang mata.
* Mual dan muntah.
* Pembengkakan kelenjar getah bening.
* Ruam kemerahan (muncul sekitar 2-5 hari setelah demam).
* Pada demam dengue, biasanya penderita akan sembuh dalam 7 hari.
Demam berdarah disebabkan oleh virus Dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.
Virus tersebut akan masuk ke aliran darah manusia melalui gigitan nyamuk.
Biasanya, jenis nyamuk ini menggigit di pagi hari sampai sore menjelang petang.
Penularan virus Dengue terjadi bila seseorang yang terinfeksi digigit oleh nyamuk perantara. Virus dari orang yang terinfeksi akan dibawa oleh nyamuk, dan menginfeksi orang lain yang digigit nyamuk tersebut.
Virus Dengue hanya menular melalui nyamuk, dan tidak dari orang ke orang.
Virus Dengue terbagi menjadi empat tipe, yaitu DEN 1, DEN 2, DEN 3, dan DEN 4.
Ketika seseorang terinfeksi salah satu tipe virus Dengue dan berhasil pulih, maka tubuhnya akan membentuk kekebalan seumur hidup terhadap tipe virus tersebut.
Akan tetapi, kekebalan terhadap salah satu virus tidak menutup kemungkinan terjadinya infeksi oleh tipe virus Dengue yang lain.
Bahkan, seseorang yang pernah terinfeksi virus Dengue lebih berisiko terinfeksi untuk kedua kalinya.
Selain pernah mengalami infeksi virus Dengue, faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena demam berdarah adalah tinggal atau bepergian ke daerah tropis.
Demam berdarah juga lebih berisiko dialami oleh bayi, anak-anak, lansia, dan orang dengan kekebalan tubuh lemah.(*)