Mamasa Melawan Virus Corona

Begini Alur Diagnosis Penanganan Suspect Virus Corona di Mamasa

Secara teknis, tim reaksi cepat Dinas Kesehatan Mamasa telah menentukan alur diagnosis penanganan suspect corona.

TRIBUN TIMUR/SEMUEL MESAKARAENG
Kepala Dinas Kesehatan Mamasa Hajai S Tanga 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Pemerintah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, telah menetapkan status siaga bencana non alam terkait kasus virus corona.

Secara teknis, tim reaksi cepat Dinas Kesehatan Mamasa telah menentukan alur diagnosis penanganan suspect corona.

Kepala Dinas Kesehatan Mamasa, Hajai S Tanga menjelaskan, ciri-ciri suspect corona yakni memiliki riwayat demam, batuk, pilek dan sakit tenggorokan, serta sesak nafas.

Untuk mempermudah identifikasi penularan Covid-19, maka dilihat dari riwayat perjalanan ke Tiongkok dan wilayah yang sudah terjangkit virus corona dalam 14 hari terakhir.

Jika ciri dan riwayat tersebut sudah dimiliki oleh salah satu warga, maka akan dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan foto rongent.

Hajai menuturkan, foto rongent dilakukan untuk menentukan gambaran apakah pasien positif terjangkit covid-19 atau tidak.

Selain itu, untuk mengidentifikasi penyebaran covid-19, juga dilihat dari warga yang pernah kontak langsung dengan penderita corona, atau bekerja di pusat kesehatan yang merawat pasien Covid-19.

Namun, jika didiagnosa negarif corona, maka disebut orang dalam pemantauan (ODP).

Sementara jika terindikasi terjangkit virus corona, maka masuk dalam kategori pasien dalam pengawasan (PDP).

"Jika demikian, disarankan untuk langsung menghubungi dinas kesehatan, melalui tim reaksi cepat," ungkap Hajai, Selasa (17/3/2020).

Halaman
12
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved