Pilwali Kota Makassar

Appi Janji Berikan Hadiah RT/RW Terbersih di Makassar

Appi menambahkan, masih banyak lingkungan di Makassar jauh dari standar pemukiman layak huni. Karena itu, dengan program tersebut, dia berharap Makass

Abd Azis Alimuddin/Tribun Timur
Bakal calon Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin memberikan penjelasan dalam diskusi bedah program kesehatan Munafri Arifuddin di Cafe Res Publica, Jl Pettarani, Makassar, Minggu (15/3/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bakal calon Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin akan memberikan hadiah senilai Rp 1 miliar kepada rukun tetangga dan rukun warga (RT dan RW) yang wilayahnya bersih.

Pemberian hadiah itu kata Appi, merupakan program membangun sistem kesehatan di Makassar kelak ia diamanahkan memimpin kota tersebut.

"Ini agar mereka (RT/RW) mampu menjaga lingkungannya, kalau lingkungan kita bersih, maka pasti semua masyarakat yang ada di dalamnya juga sehat," katanya, Minggu (15/3/2020).

Appi menambahkan, masih banyak lingkungan di Makassar jauh dari standar pemukiman layak huni. Karena itu, dengan program tersebut, dia berharap Makassar sehat bagi masyarakatnya.

"Saya ini turun langsung melihat kondisinya dan memiriskan sekali. Bayangkan sirkulasi udaranya kurang sehat, artinya itu sumber penyakit. Ke depan, kita benahi itu melalui program kesehatan," jelas Appi.

Tidak hanya itu, Appi juga akan mendorong sistem kesehatan berbasis digital. Menurutnya, dokter-dokter setiap kelurahan harus siap siaga. Hal itu katanya, untuk menjamin kesehatan masyarakat terjaga.

"Tidak boleh ada perbedaan, pokoknya semua masyarakat Makassar harus mendapat pelayanan sama," katanya dalam diskusi Bedah Program Kesehatan Munafri Arifuddin di Cafe Res Publica, Jl Pettarani, Makassar, Minggu (15/3/2020).

Bakal calon Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin memberikan penjelasan dalam diskusi bedah program kesehatan Munafri Arifuddin di Cafe Res Publica, Jl Pettarani, Makassar, Minggu (15/3/2020).
Bakal calon Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin memberikan penjelasan dalam diskusi bedah program kesehatan Munafri Arifuddin di Cafe Res Publica, Jl Pettarani, Makassar, Minggu (15/3/2020). (Abd Azis Alimuddin/Tribun Timur)

Hadir sebagai narasumber lainnya, pengamat Kesehatan Universitas Bosowa, dr Alwi Andi Mappiase dan Pengamat Kebijakan Publik Politeknik STIA LAN Makassar Alam Tauhid Syukur.

"Problem rumah sakit hari ini adalah kamar untuk kelas tiga itu sangat sedikit, sehingga ketika masyarakat yang tidak mampu berobat, mereka ditolak dengan alasan kamar kelas tiga full. Muncullah istilah tambah sedikit supaya bisa dirawat di kelas dua atau satu," katanya.(*)

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Penulis: Abdul Azis
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved