Penemuan Mayat Bayi

Anjing Berebutan Makan Bangkai, Setelah Diperiksa, Ternyata yang Dimakan adalah Potongan Tubuh Bayi

Tim Inafis Polres Takalar melakukan evakuasi batok tengkorak dan limpa itu ke Rumah Sakit H Padjonga Daeng Ngalle Kabupaten Takalar.

Anjing Berebutan Makan Bangkai, Setelah Diperiksa, Ternyata yang Dimakan adalah Potongan Tubuh Bayi
Instagram
ilustrasi 

TAKALAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Warga Kabupaten Takalar digegerkan dengan penemuan potongan tubuh bayi, Sabtu (14/3) sore.

Potongan tubuh bayi itu ditemukan di pesisir pantai Dusun Je'ne Desa Laguruda Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar.

Selang beberapa jam kemudian, pukul 17.30 Wita, batok tengkorak dan limpa korban kembali ditemukan.

Lokasi penemuan kedua, berjarak sekitar 200 meter dari lokasi penemuan jasad pertama.
Kaur Humas Polres Takalar, Ipda Sumarwan mengatakan, batok kepala dan potongan limpa itu ditemukan digigit anjing.

Ketika itu, seorang warga setempat melihat anjing-anjing berkerumun di belakang rumahnya.
"Saksi melihat sesuatu yang dikerumuni oleh anjing," kata Ipda Sumarwan.

Ketika mendekat, warga itu melihat batok kepala dan potongan limpa bayi.

Setelahnya, saksi mata, Mas Basuki menyampaikan hal tersebut ke pemerintah dan kepolisian setempat.

Polisi yang menerima laporan kemudian turun ke lokasi penemuan jasad bayi malang tersebut.

Tim Inafis Polres Takalar melakukan evakuasi batok tengkorak dan limpa itu ke Rumah Sakit H Padjonga Daeng Ngalle Kabupaten Takalar.

Sebelumnya, polisi menemukan tiga potongan tubuh. Antara lain potongan tangan kiri, kaki kanan, kaki kiri, serta ari-ari korban.

Polisi juga menemukan selembar baju kaos putih di lokasi kejadian.
Polisi menduga baju itu digunakan membungkus potongan tubuh bayi itu.

Penemuan potongan tubuh bayi itu kini dalam penyelidikan Polsek Mapsu bersama Satuan Reserse Kriminal Polres Takalar.

Kasat Reskrim Polres Takalar, Iptu Arham Gusdiar mengatakan potongan tubuh bayi itu diduga merupakan hasil hubungan gelap.

Kedua orang tuanya diduga sengaja membuang bayinya ke lokasi tersebut.

"Diduga dari hasil hubungan yang tidak sah, sehingga pelaku sengaja membuang bayinya di sekitar lokasi pembibitan," kata Iptu Arham, Minggu (15/3).(*/tribun-timur.com)

Penulis: Ari Maryadi
Editor: Muh. Irham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved