Pemprov Sulbar

Pemprov Sulbar Jajaki Kerjasama Pengembangan Pertanian Modern dengan Perusahaaan Asal Swedia

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar bersama sejumlah kepada OPD lingkup Pemprov Sulbar, melakukan pertemuan dengan Chief Operating Officer Modus Oman Dril

Nurhadi/Tribun Timur
Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (ABM) didampingi sejumlah kepala OPD lakukan pertemuan dengan calon investor di ruangan kerjanya Jl Abd Malik Pattana Endeng, Mamuju 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) jajaki peluang kerjasama dengan perusahaan multinasional dari Swedia.

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar bersama sejumlah kepada OPD lingkup Pemprov Sulbar, melakukan pertemuan dengan Chief Operating Officer Modus Oman Drilling Systems, Yoyon Hidayat.

Kerjasama yang rencana dibangun yakni pengembangan pertanian modern di lahan marjinal dengan memanfaatkan teknologi energi terbarukan.

Gubernur Sulbar menyambut baik kehadiran perwakilan perusahaan yang berpusat di Swedia itu. Dia berharap bisa terjalin kerjasama melalui penanaman investasi yang bisa berdampak pada pendayagunaan tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Pemprov Sulbar terbuka menjalin kerjasama dengan investor yang bermaksud menanam modal. Dengan kerjasama itu, kita berharap potensi sumberdaya alam di daerah ini bisa dikelola secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,"kata Ali Baal kepada wartawan di ruangan kerjanya.

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (ABM) didampingi sejumlah kepala OPD lakukan pertemuan dengan calon investor di ruangan kerjanya Jl Abd Malik Pattana Endeng, Mamuju
Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (ABM) didampingi sejumlah kepala OPD lakukan pertemuan dengan calon investor di ruangan kerjanya Jl Abd Malik Pattana Endeng, Mamuju (Nurhadi/Tribun Timur)

Chief Operating Officer Modus Oman Drilling Systems, Yoyon Hidayat mengatakan, kunjungan itu sebagai langkah awal untuk merundingkan rencana pengembanfan ekosistem pertanian melalui pemanfaatan teknologi yang lebih efesien, berkontribusi untuk kemajuan provinsi Sulbar.

"Kami berunding dulu dengan para pejabat yang terkait untuk bekerjasama pemanfaatan teknologi yang efesien untuk pengembangan ekoaistem pertanian," katanya.

Kepala Dinas Pertanian, Muhtar Mappagala, menyebut calon investor dari Swedia itu berencana mengembangkan pertanian modern di lahan marginal dengan teknologi terbarukan. Seperti tenaga air, angin, dan penyulingan air laut sebagai sumber energi.
"Lahan yang dibutuhkan sekira 30.000 hektar untuk pengembangan beberapa jenis komoditi,"ucapnya.(tribun-timur.com).

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(/*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved