Korupsi Lahan Perkebunan Sawit di Tommo

Polisi Limpahkan 2 Tersangka Dugaan Korupsi Lahan Perkebunan Sawit di Tommo Sulbar ke Kejari

Dua tersangka yakni Sainal Said dan Anwar Raropi, kedunya adalah ketua kelompok tani, diduga terlibat dalam kasus korupsi kegiatan pembuka

Nurhadi/Tribun Timur
Kasat Reskrim Polresta Mamuju didampingi dua penyidik Reskrim Polresta Mamuju saat diwawancarai wartawan di Mapolresta sebelum limpahkan dua tersangka korupsi pembukaan lahan sawit. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Reskrim Polresta Mamuju, Sulawesi Barat limpahkan dua tersangka dugaan korupsi pembukaan lahan/land claring pengembangan perluasan dan pengelolaan lahan pertanian kelapa sawit Kejari Mamuju.

Lahan pertanian kelapa sawit tersebut seluas 550 hektar yang terletak di Desa Leling Utara dan Desa Saludengeng, Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju.

Dua tersangka yakni Sainal Said dan Anwar Raropi, kedunya adalah ketua kelompok tani, diduga terlibat dalam kasus korupsi kegiatan pembukaan lahan pengembangan perluasan dan pengelolaan lahan pertanian sawit yang melekat pada Dinas Perkebunan Provinsi Sulbar Tahun Anggaran 2013.

"Uang untuk upah kerja dan pemukaan lahan perkebunam rakyat sebesar Rp 1.017 miliar, digunakan tidak sesuai juknis sehingga menimbulkan kerugian negara,"kata Kasat Reskrim Polresta Mamuju, AKP Syamsuriyansah, di Polresta, Jl Ks Tubun, Rimuku, Kamis (12/3/2020).

Dua tersangka, tanpa hak menerima dana. Sainal Said menerimansebesar Rp 462 Juta, dari Dinas Perkebunan Provinsi Sulbar, dengan mengatasnamakan mewakili lima kelompok tani yang di SK-kan Dinas Perkebunan.

Sementara tersangka, Anwar Raropi, tanpa hak menerima dana sebesar Rp 185 juta, dengan mewakili dua kelompok tani yang telah di SK-kan Dinas Perkebunan Provinsi Sulbar.

"Pasal yang disangkakan dua tersangka sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Ayat (1) UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana,"ujar Anca sapaan Kasat Reskrim.

Perkara korupsi tersebut awalnya telah ditetapkan dua tersangka yakni Mantan Kepala Dinas Perkebunan Ir Supriyanto selaku Pengguna Anggaran (PA) dan Kepala Bidang Ir Zonny Mangintung selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan ( PPTK).

Kedua tersangka telah mendapat putusan dari pengadilan negeri Tipikor Mamuju. Ir Supriyanto selaku PA divonis 1 tahun 6 bulan dan Ir Zonny Mangintung selaku PPTK divonis 3 tahun 6 bulan penjara.

"Jadi dua tersangka yang dilimpahkan ini, adalah fakta persidangan dari dua tersangka terdahulu, berdasarkan perintah majelis hakim untuk dilanjutkan, setelah dilakukan proses, hari ini kami melakukan proses tahap dua, karena jaksa sudah menyatakan P21 pada 4 Maret lalu,"pungkasnya.

Halaman
12
Penulis: Nurhadi
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved