Pilwali Makassar 2020 Masuk Catatan KPK

Parpol harus memilih sosok yang bersih yang tidak memiliki jejak rekam melakukan dugaan tindak pidana korupsi.

fadly/tribun-timur.com
Koordinator Supervisi dan Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (Korsupgah KPK) Wilayah VIII Sulawesi Adlinsyah Malik Nasution (kiri) saat berfoto bersama Gubernur Sulsel dan Wakil Ketua KPK di Kantor Gubernur Sulsel Jl Urip Sumoharjo Makassar belum lama ini 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Koordinator Supervisi dan Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (Korsupgah KPK) Wilayah VIII Sulawesi, Adlinsyah Malik Nasution mengingatkan semua daerah untuk memilih calon kepala daerah (cakada) yang bersih.

"Setiap menjelang Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) KPK selalu mengingatkan agar masyarakat memilih calon yang bersih," ujar Adlinsyah yang dihuhungi, Kamis (12/3/2020) malam.

Hal ini sejalan dengan arahan Pimpinan KPK yang selama ini mengimbau partai politik (parpol) untuk tidak sembarangan memberikan rekomendasi kepada cakada yang akan maju pada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun ini.

Parpol harus memilih sosok yang bersih yang tidak memiliki jejak rekam melakukan dugaan tindak pidana korupsi.

Imbauan itu menindaklanjuti laporan masyarakat soal sosok dengan jejak rekam kurang bersih yang mendeklarasikan diri maju di pilkada.

Tapi KPK tidak spesifik menyebutkan nama-namanya.

"Setahu saya tidak pernah Ketua KPK menyebut nama dan rasanya tidak mungkin itu dilakukan," ujarnya.

Hanya saja, KPK menyebut ada beberapa daerah yang masuk catatan terkait dengan fenomena itu. Salah satunya Makassar, Sulawesi Selatan.

"Karena Makassar salah satu daerah yang tahun 2020, akan melangsungkan Pilkada. Sama seperti daerah lain juga," katanya.

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved