Lakalantas di Maros

Korban Kecelakaan yang Tewas Tertabrak Truk Sebagai Buronan Tersangka Dugaan Kasus Korupsi

Rosdiana yang mengendarai sepeda motor Yamaha Fino nomor polisi DD 4583 RQ tertabrak Bus Borlindo dengan nomor polisi DD 7745 XX yang dikendarai Dolo

Andi M Ikhsan
Kendaraan yang digunakan Rosdianan saat terjadinya kecelakaan. 

TRIBUNMAROS.COM, MANDAI - Rosdiana Hadris (50), warga BTN Cipta Mandai, Kelurahan  Bontoa, Kecamatan Mandai, Maros, Sulawesi Selatan tewas di tempat setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di depan SPBU Batangase, Kecamatan Mandai, sekitar pukul 18.30 Wita, Minggu (1/3/2020).

Rosdiana yang mengendarai sepeda motor Yamaha Fino nomor polisi DD 4583 RQ tertabrak Bus Borlindo dengan nomor polisi DD 7745 XX yang dikendarai Dolo Sudianto (29).

Kecelakaan itu membuat kepala Rosdiana mengalami pendarahan hingga akhirnya meregang nyawanya.

Diketahui Rosdiana adalah merupakan buronan dari salah satu tersangka kasus dugaan korupsi pembebasan lahan proyek
pembangunan Jalan Simpang Lima Underpass Mandai-Perintis.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel, Idil dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.  Menurutnya, pihak Kejati Sulsel telah melakukan pengecekan di lapangan.

“ Sudah dilakukan pengecekan di kediaman korban, dan peristiwa itu benar adanya. Korban yang merupakan DPO  kasus korupsi yang ditangani Kejati tewas tertabrak bus, ” ujarnya, Rabu (11/3/20).

Rosdiana menjadi buronan Kejaksaan pascaditetapkan sebagai tersangka bersama Kasubag Pertanahan Pemkot Makassar Ahmad Rifai, tepatnya November 2018.

Dalam proyek tersebut, Rosdiana diketahui bertindak sebagai penerima ganti rugi lahan sedangkan Ahmad Rifai bertindak sebagai Sekretaris Tim Pengadaan Lahan.

Kendaraan yang digunakan Rosdianan saat terjadinya kecelakaan.
Kendaraan yang digunakan Rosdianan saat terjadinya kecelakaan. (Andi M Ikhsan)

Tersangka juga berperan memasukan satu sertifikat hak milik ke dalam daftar nominatif, penerimaan ganti rugi, padahal yang dimaksudkan dalam lahan SHM, tidak termasuk dalam area yang dibebaskan.

Rosdiana bertindak sebagai kuasa penerima ganti rugi dan memberikan hadiah kepada Ahmad Rifai Rp250 juta.
Atas pembayaran ganti rugi itu kepada orang yang tidak berhak, negara mengalami kerugian Rp3,4 miliar. (*)

Laporan Tribunmaros.com, Andi M Ikhsan

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved