Pilkada Gowa

Gerindra Isyaratkan Bangun Koalisi dengan Golkar dan PKS di Pilkada Gowa

Komunikasi yang dibangun, katanya terkait koalisi mengusung pasangan calon kepala daerah (cakada) pada pemilihan bupati dan wakil bupati Gowa di Pilka

Abd Azis Alimuddin/Tribun Timur
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras mengakui menjalin komunikasi dengan pengurus Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras mengakui menjalin komunikasi dengan pengurus Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Komunikasi yang dibangun terkait koalisi mengusung pasangan calon kepala daerah (cakada) pada pemilihan bupati dan wakil bupati Gowa di Pilkada serentak 2020 nanti.

"Iya, kita sedang membangun komunikasi dengan Golkar dan PKS untuk mengusung calon di sana (Gowa), termasuk beberapa daerah yang menggelar Pilkada serentak di Sulsel," kata Bendahara Fraksi Gerindra MPR RI tersebut, Senin (9/3/2020) malam.

Gerindra, kata Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI tersebut berpotensi mengusung calon kepala daerah di Gowa jika Gerindra berkoalisi dengan Golkar, dan PKS.

"Partai Gerindra tujuh kursi, Golkar dan PKS sama-sama tiga kursi, berarti ada 13 kursi semua. Sudah lebih untuk syarat mendaftar di KPU, kita sudah komunikasi," tegas Iwan.

Diketahui, untuk mengusung pasangan calon kepala daerah di Pilkada Gowa 2020, partai politik harus mengantongi minimal 9 kursi dari 45 kursi di DPRD Gowa.

Tidak satupun partai politik di Gowa dapat mengusung calon tanpa berkoalisi. Saat ini, baru pasangan petahana Adnan Purichta Ichsan-Abdul Rauf Mallagani Karaeng Kio yang mendapat rekomendasi dari parpol di Pilkada Gowa.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras mengakui menjalin komunikasi dengan pengurus Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras mengakui menjalin komunikasi dengan pengurus Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). (Abd Azis Alimuddin/Tribun Timur)

Terkait bakal calon usungan partai Gerindra di Pilwali Makassar, Iwan mengakui sangat berhati-hati dalam menentukan arah dukungan. Menurutnya, dari 12 daerah yang menggelar Pilkada, Makassar merupakan daerah paling yang dinamis.

"Makassar paling belakangan karena sangat dinamis dan kita sangat berhati-hati siapa kita usung. Jadi ini secara bertahap," jelasnya menambahkan.

Sementara untuk Pilkada di Luwu Utara dan Luwu Timur, AIA masih melihat perkembangan sembari nantinya menunggu keputusan DPP. Alasannya, ada beberapa kader bisa menjadi 01 dan 02 di dua daerah tersebut.

"Luwu Utara dan Luwu Timur masih kita liat perkembangannya. Inikan nama-namanya baru saya dapat dari tim desk Pilkada DPD Gerindra," kata Iwan.(*)

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Penulis: Abdul Azis
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved