Apa Maksud Menteri Keuangan Sri Mulyani yang Sebut BPJS Terus Rugi Pasca MA Batalkan Iuran Naik?

Apa Maksud Menteri Keuangan Sri Mulyani yang Sebut BPJS Terus Rugi Pasca MA Batalkan Iuran Naik?

KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Apa Maksud Menteri Keuangan Sri Mulyani yang Sebut BPJS Terus Rugi Pasca MA Batalkan Iuran Naik? 

TRIBUN-TIMUR.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan putusan Mahkamah Agung yang membatalkan kenaikan iuran BPJS harus dilihat implikasinya kepada BPJS itu sendiri.

Terutama dalam hal keberlanjutan BPJS dalam memberikan jaminan kesehatan.

"Ya ini kan keputusan yang memang harus liat lagi implikasinya kepada BPJS gitu ya. Kalau dia secara keuangan akan terpengaruh ya nanti kita lihat bagaimana BPJS Kesehatan akan bisa sustain," ujar Sri Mulyani di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, (9/3/2020).

Menurut Sri Mulyani, kondisi keuangan BPJS terus merugi.

Masuk SMP Kebiasaan ABG Pembunuh Bocah 5 Tahun Berubah, Sejak Itu Curhatan Tentang Ayah Muncul

Daftar Harga Hp iPhone yang Lagi Turun Harga Maret 2020, iPhone 8 Plus, iPhone Xs, Spesifikasi

Bahkan setelah mendapatkan suntikan dana dari pemerintah sebesar Rp 15 triliun, lembaga atau badan penjamin kesehatan nasional itu masih merugi Rp 13 triliun.

"Jadi kalau sekarang dengan hal ini, adalah suatu realita yang harus kita lihat. Kita nanti kita review lah," katanya.

Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) menerima dan mengabulkan sebagian uji materi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan.

Permohonan uji materi itu diajukan Komunitas Pasien Cuci Darah (KPCDI).

Mereka merasa keberatan terhadap kenaikan iuran. Kemudian, mereka menggugat ke MA dan meminta kenaikan itu dibatalkan.

Juru bicara MA, hakim agung Andi Samsan Nganro, mengonfirmasi putusan tersebut.

Halaman
123
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved