Demo Tuntut Perbaikan Jalan

Dianggap Tak Mampu Urusi Jalan Nosu-Pana, Mahasiswa Beri 'Kartu Kuning' ke Bupati Mamasa

Para demonstran mempermasalahkan jalan di tiga kecamatan yaitu, Kecamatan Nosu, Pana dan Kecamatan Tabang

semuel
pengunjuk rasa acungkan kartu kuning sebagai bentuk peringatan mahasiswa kepada Bupati Mamasa 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Alliansi Masyarakat Sipil Tandalangngan Tandasau Menggugat (AMSI-TTM), melakukan aksi protes menuntut perbaikan jalan

Aksi protes tersebut dalam rangka refleksi 18 tahun Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.

Para demonstran mempermasalahkan jalan di tiga kecamatan yaitu, Kecamatan Nosu, Pana dan Kecamatan Tabang, yang lebih dikenal sebutan wilayah "Tandalangngan".

Kondisi jalan tiga kecamatan ini masih seperti kubangan kerbau tak ubahnya sawah siap tanam.

Bahkan sebagai bentuk kekecewaan, mahasiswa memberikan kartu kuning kepada Bupati Mamasa sebagai bentuk peringatan.

"Kami nyatakan tidak percaya kepada Pemda Mamasa.Sebagai hadiah 18 tahun Kabupaten Mamasa, kami berikan kartu kuning," ujar Jenderal Lapangan, Risal Landolalan saat berorasi di kantor Bupati Mamasa, Senin (9/3/2020).

Risal mengatakan, kartu kuning itu sebagai bentuk peringatan kepada Pemda Mamasa.

Ia berharap agar Pemda Mamasa, segera melakukan perbaikan jalan poros Nosu-Pana.

Apabila tidak segera dilakukan perbaikan, pihaknya mengancam akan memisahkan diri dari Kabupaten Mamasa.

Laporan wartawan @sammy_rexta

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved