Demo Tuntut Perbaikan Jalan

18 Tahun Jalannya Dicuekin Pemda, AMSI TTM Minta Peningkatan Status Jalan Poros Tobene - Nosu & Pana

Aksi unjuk rasa ini menutut Pemerintah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, memperbaiki jalan poros Tabone-Nosu-Pana.

semuel
pengunjuk rasa acungkan kartu kuning sebagai bentuk peringatan mahasiswa kepada Bupati Mamasa 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Alliansi Masyarakat Sipil Tandalangngan Tandasau Menggugat (AMSI-TTM), menggelar aksi unjuk rasa.

Aksi unjuk rasa ini menutut Pemerintah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, memperbaiki jalan poros Tabone-Nosu-Pana.

Aksi unjuk rasa dilakukan ditiga titik yakni persimpangan Tabone-Nosu-Pana, Kantor DPRD, dan Kantor Bupati Mamasa.

Aksi unjuk rasa ini dipimpin oleh Jenderal Lapangan Risal Landolalan.

Unjuk rasa digelar mulai pagi hingga menjelang petang. Mereka menuntut perhatian pemerintah untuk perbaikan jalan poros Tabone-Nosu-Pana.

Jenderal lapangan aksi, Risal Landolalan mengatakan, 18 tahun Mamasa terbentuk menjadi kabupaten.

Namun masyarakat wilayah Tandalangngan dan Tandasau belum merasakan kemerdekaan.

Betapa tidak, jalan yang merupakan urat nadi perekonomian di tiga kecamatan ini tak kunjung mendapatkan perhatian serius.

Padahal menurut Risal, jalan itu masih berstatus strategis provinsi, yang sedianya menjadi tanggung jawab Pemda Mamasa dan Pemprov Sulbar.

Ironisnya menurut Risal, jalan poros Tabone-Nosu-Pana hanya berjarak kurang lebih 40 km, namun setiap tahun hanya dikerja sepanjang 1 km.

Halaman
12
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved