Tribun Mamasa
18 Tahun Mamasa, Mantan Bupati Ajak Warga Canangkan Gerakan Tanam Kopi
Obednego Depparinding yang saat ini menjadi legislator DPRD Provinsi Sulawesi Barat mengatakan, jauh sebelum Mamasa menjadi kabupaten
Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Sudirman
TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Mantan Bupati Mamasa, Obednego Depparinding mengajak masyarakat mencanangkan gerakan tanam kopi di usia 18 tahun Kabupaten Mamasa.
Obednego Depparinding yang saat ini menjadi legislator DPRD Provinsi Sulawesi Barat mengatakan, jauh sebelum Mamasa memisahkan diri dengan Polewali, sudah dikenal sebagai penghasil kopi.
Namun lambat laun, kejayaan Mamasa sebagai penghasil kopi mulai hilang, hingga Mamasa terbentuk menjadi kabupaten memisahkan diri dari Polewali.
Apalagi perkebunan kopi dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
Alasan ia mengajak masyarakat mencanangkan tanam kopi, karena dianggap hasil kopi selama ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
"Tetapi sekarang kopi di Mamasa sudah kurang, hal ini disebabkan karena petani di Mamasa adalah petani tradisonal," ujar Obednego Depparinding, Sabtu (7/3/2020).
Dengan begitu, ia berharap agar penyuluh pertanian memberikan pembinaan kepada petani menjadi petani modern.
Sehingga, petani bisa lebih merasakan hasil perkebunan kopi dengan cara petani modern.
Ia menjelaskan, petani modern yang dimaksudkan yaitu mulai dari penyediaan lahan, pemilihan bibit unggul, pemupukan secara rutin, hingga proses panen.
"Pemahaman ini yang harusnya diberikan oleh penyuluh, sehingga perani bisa menikmati hasil yang maksimal," pungkasnya.
laporan wartawan @sammy_rexta
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
(*)