Banjir Poros Bontomarannu

Camat Sebut Banjir Bontomarannu karena Ketiadaan Saluran Pembuangan

Banjir menerjang wilayah Kelurahan Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Jumat (6/3/2020)

TRIBUN TIMUR/ARI MARYADI
Air setinggi 30 centimeter menggenangi Jalan Poros Bontomarannu, Gowa, Jumat (7/3/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Banjir menerjang wilayah Kelurahan Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Jumat (6/3/2020) pagi ini.

Ketinggian air dilaporkan mencapai 30 sentimeter, atau nyaris setinggi lutut orang dewasa.

Camat Bontomarannu, Muh Sabir Bangsawan mengatakan banjir tersebut disebabkan karena ketiadaan saluran pembuangan air.

Sebab, katanya, tinggi muka air di Bendungan Bili-bili masih di bawah normal.

Curah hujan yang tinggi pun berakibat air meluap di Kelurahan Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu.

Air dari persawahan meluap ke jalanan bahkan sampai ke permukiman warga di Lingkungan Borongsapiri.

"Tinggi air bendungan Bili-bili masih di bawah normal. Jadi murni Bontomanai banjir karena saluran pembuangan tidak berfungsi," kata Sabir kepada Tribun.

Bendungan Bili-bili merupakan pereduksi banjir di wilayah Kabupaten Gowa.

Ia melanjutkan, kelurahan Bontomanai memang selalu tergenang air setiap hari hujan deras dengan curah yang tinggi.

Sabir menyebut, air perlahan mulai surut apabila hujan telah berhenti.

Halaman
12
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved