BKKBN Sulbar

BKKBN Sulbar Sosialisasikan Makna Rebranding Logo dan Program BKKBN

BKKBN Provinsi Sulawesi Barat, paparkan makna transformasi atau rebranding logo BKKBN tahun 2020.

BKKBN Sulbar Sosialisasikan Makna Rebranding Logo dan Program BKKBN
TRIBUN TIMUR/NURHADI
Plt Kepala Perwakilan BKKBN Sulbar, Walfaidhin, paparkan transformasi logo BKKBN dari tahun 1970 hingga tahun 2020 di depan puluhan wartawan di aula kantor BKKBN Sulbar Jl And Malik Pattana Endeng, Mamuju, Jumat (6/3/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Barat, paparkan makna transformasi atau rebranding logo BKKBN tahun 2020.

Plt Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Barat, Walfaidhin, kepada puluhan wartawan di kantornya menyampaikan, logo baru BKKBN tersusun dari beberapa komponen.

"Logo baru BKKBN membentuk satu kesatuan harmonis yang saling mengisi dengan warna biru yang elegan yang melambangkan kestabilan dalam menjadi partner perencanaan keluarga dan masyarakat,"kata Walfaidhin kepada wartawan saat konferensi pers di kantor BKKBN Jl Abd Malik Pattana Endeng, Mamuju, Jumat (6/3/2020).

Ia menjelaskan, bentuk 'Love diadopsi dari lambang cinta yaitu hati. Merepresentasikan bahwa awal dari sebuah perencanaan adalah dari kasih sayang keluarga dan keharmonisan keluarga yang didukung dengan lingkungan yang selalu mensupport.

Sementara, 'Merangkul', bermakna BKKBN akan selalu berusaha untuk merangkul memfasilitasi dan menjadi partner dalam setiap perencanaan yang dilakukan oleh keluarga dan masyarakat dari masa kanakkanak sampai dewasa.

"Kupu-kupu adalah lambang perencanaan dan proses. Dapat dilihat dari proses metamorfosis kupu-kupu dari seekor ulat hingga menjadi kupu-kupu yang indah,"ujarnya.

"Kemudian 'tak terbatas', bermakna pencapaian harus direncanakan tanpa batas, setiap jatuh harus bangun tanpa henti. Begitupun BKKBN tanpa lelah akan terus menjadi partner keluarga dan masyarakat,"jelas Walfaidhin.

Sekedar diketahui, BKKBN sudah tiga kali mengalami rebranding logo, mulai tahun 1970, kemudian tahun 2009 dan 2010 dan terakhir tahun ini.

"Tujuan kita menjelaskan ini, sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat lewat media massa, sehingga program BKKBN lebih bermasyarakat dan lebih optimal,"ucapnya.

Walfaidhin juga paparkan makna rebranding nama Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) menjadi Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Banggakencana).

Halaman
12
Penulis: Nurhadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved