Pemprov Sulsel

Apa Kabar Pembangunan Bendungan Baliase? Wagub Sulsel: Fokus Pembebasan Lahan Jaringan Irigasi

Kini pemerintah tengah fokus pada percepatan penyelesaian jaringan atau irigasi yang melintasi empat kecamatan itu.

Humas Pemprov Sulsel
Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman usai rapat pembebasan lahan di Kantor Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Sulsel, Kamis (5/3/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pembangunan Bendung Baliase di Kelurahan Baliase, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, telah rampung.

Kini pemerintah tengah fokus pada percepatan penyelesaian jaringan atau irigasi yang melintasi empat kecamatan itu.

Teranyar Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) diminta Pemerintah Pusat, untuk membantu proses pembebasan lahannya.

Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, saat ini Kementerian PUPR tengah menyelesaikan irigasi yang dibagi menjadi tiga paket pengerjaan.

“Kalau ini selesai, luar biasa ada sekitar 18 ribu hektare sawah yang bisa dialiri di Luwu Utara,” kata Sudirman, usai rapat pembebasan lahan di Kantor Dinas Perkimtan Sulsel, Kamis (5/3/2020).

Untuk pembangunan saluran irigasi induk Baliase dibutuhkan 382,4 hektare lahan.

Sejauh ini baru 89 hektare yang dibebaskan, sisanya 143 hektare dalam proses persiapan apresial atau penilaian aset, dan 150 hektare menunggu pengukuran.

“Kami ingin seperti Bendungan Pammukulu di Takalar, setelah kita turun baru selesai pembebasan lahannya. Kalau kendala di lapangan, terutama soal harga tidak terlalu bermasalah. Sisa kepemilikan lahan,” klaimnya.

Untuk mempercepat pengukuran 150 hektare, Badan Pertanahan Nasional (BPN) akan menurunkan dua tim.

Pekan depan, direncanakan sudah ada pembayaran lahan tahap 1.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved