Produksi Padi Sulsel Turun 0,9 Juta Ton di 2019, Tiga Daerah Ini Berkontribusi Besar

puncak panen padi terjadi pada Agustus, sementara luas panen terendah terjadi pada Januari dan Desember.

fahrizal syam/tribun-timur.com
Kepala BPS Sulsel, Yos Rusdiansyah. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel merilis data kondisi panen dan produksi padi selama 2019 di Sulawesi Selatan.

Kepala BPS Sulsel, Yos Rudiansyah mengatakan berdasarkan hasil survei Kerangka Sampel Area (KSA), puncak panen padi terjadi pada Agustus, sementara luas panen terendah terjadi pada Januari dan Desember.

Total luas panen padi pada 2019 seluas 1,01 juta hektare dengan luas panen tertinggi terjadi pada Agustus, yaitu sebesar 0,21 juta hektare dan luas panen terendah terjadi pada Januari dan Desember, yaitu masing-masing sebesar 0,02 juta hektare.

"Jika dibandingkan dengan total luas panen padi pada 2018, luas panen padi pada 2019 mengalami penurunan sebesar 175,30 ribu hektar (14,79 persen)," kata Yos, Senin (2/3/2020) lalu.

Terkait total produksi padi di Sulsel pada 2019 sekitar 5,05 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), atau mengalami penurunan sebanyak 0,9 juta ton (15,09 persen) dibandingkan tahun 2018.

Jika dibandingkan antar bulan, penurunan produksi terbesar pada 2019 dibandingkan 2018 terjadi pada September, yaitu sekitar 0,44 juta ton.

Produksi tertinggi pada 2019 terjadi pada Agustus yaitu sebesar 0,97 juta ton dan produksi terendah terjadi pada Januari dan Desember, yaitu sebesar 0,09 juta ton.

Sedikit berbeda dengan kondisi 2019, produksi padi tertinggi pada 2018 terjadi pada September, yaitu sebesar 1,07 juta ton, sementara produksi terendah terjadi padap Desember, yaitu sebesar 0,1 juta ton.

"Secara umum terjadi penurunan produksi padi 2019. Penurunan produksi relatif besar terjadi di Kabupaten Wajo, Kabupaten Bone dan Kabupaten Jeneponto," kata Yos.

Wajo produksi dari 880 ribu ton menjadi 619 ribu ton turun 30 persen, Bone dari 1,03 juta ton menjadi 772 ribu ton turun 25,4 persen dan Jeneponto dari 236 ribu ton jadi 150 ribu ton turun 36,4 persen.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved