Empat Oknum Polisi Tersangka Kasus Kekerasan Terhadap Jurnalis

Penetapan ini dibenarkan salah satu tim advokasi kekerasan jurnalis, Firmansyah kepada Tribun, Senin (02/3/2020) malam.

hasan/tribun-timur.com
Tim Advokasi Kekerasan jurnalis, Firmansyah 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - ‌Penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan menetapkan 4 oknum polisi sebagai tersangka kasus dugaaan kekerasa jurnalis. Keempat oknum itu yakni berinisial MJ, IS, AW dan PGAP.

Penetapan ini dibenarkan salah satu tim advokasi kekerasan jurnalis, Firmansyah kepada Tribun, Senin (02/3/2020) malam.

"Berdasar surat penyidik yang diterima , ada 4 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan Tindak kekerasan terhadap Jurnalis," kata Firmansyah melalui pesan Watshapnya.

Surat penetapan tersebut dengan nomor: B/195/II/Res.1.6/2020/Ditreakrimum, tertangal 26 Februari 2020. prihal: Pemberitahuan Penetapan Tersangka.

"‌Ke empat orang tersebut disangkakan Pasal 170 junto pasal 351 Kupidana," sebutnya.

Ia berharap perkara ini segera dilimpahkan ke pengadilan untuk proses persidangan. Ia juga meminta agar para tersangka ditahan.

"Kami mendesak untuk tersangka segera ditahan," ujar Firman.

3 Jurnalis mendapat kekerasan oleh aparat keamanan saat melakukan peliputan aksi unjuk rasa 25 September 2019 lalu.

Aksi itu terkait menolak sejumlah kebijakan yakni revisi Undang-undang KPK, Rancangan Undang-undang KUHP, RUU Pertanahan serta RUU Pemasyarakatan dan sejumlah lainya yang tidak pro terhadap rakyat.

Ketiga korban jurnalis tersebut masing-masing M Darwin Fatir, Isak Pasabuan dan M Saiful.

Korban M Darwin Fatir kala itu sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan akibat pengeroyokan oknum aparat keamanan.

Darwin mengalami luka bocor di bagian kepala kiri belakang, tangan lebam hingga mengalami sakit di sekujur badannya akibat perlakuan oknum di depan kantor DPRD Sulsel.

Sementara M Saiful mengalami luka serius pada bagian pipi atas berdekatan dengan mata kirinya diduga terkena pentungan oknum aparat keamanan

Sedangkan Isak Pasabuan mengalami pemukulan dan mendapat perlakuan kasar hingga dihalang-halangi saat mengambil gambar ketika aparat membubarkan paksa terhadap mahasiswa.

Penulis: Hasan Basri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved