3 Pelatih Judo Jepang ke Sulsel Latihan Bareng Atlet di Sulsel
Sebanyak 3 pelatih judo dari Federasi Judo Jepang (the All Japan Judo Federation) datang ke Sulawesi Selatan ( Sulsel ) untuk menjadi instruktur pelat
TRIBUN-TIMUR.COM - Sebanyak 3 pelatih judo dari Federasi Judo Jepang (the All Japan Judo Federation) datang ke Sulawesi Selatan ( Sulsel ) untuk menjadi instruktur pelatihan judo, di Kota Makassar dan Kabupaten Pangkep.
Pelatihan digelar selama 4 hari, Selasa (3/3/2020) hingga Jumat (6/3/2020).
Pada Kamis (5/3/2020), akan digelar latihan gabungan atlet judo Sulsel bersama dengan pelatih dari Jepang, di SPN Batua, Makassar.
Demikian siaran pers Kantor Konsuler Jepang di Makassar, Selasa hari ini.
Pelatihan ini merupakan salah satu bagian dari program dalam Proyek Peningkatan Diplomasi Olahraga (the Projects for Sport Diplomacy Enhancements) Kementerian Luar Negeri Jepang.
Serta bagian dari rangkaian kebijakan bertajuk 'Sports for Tomorrow’, yaitu kebijakan kontribusi internasional pemerintah Jepang melalui olahraga yang bertujuan untuk meningkatkan kerja sama dan pertukaran internasional di bidang olahraga.
Melalui pelatihan ini, pemerintah Jepang juga ingin memromosikan olahraga judo dan meningkatkan daya saing atlet judo di Indonesia.
Judo adalah seni bela diri, olahraga, dan filosofi yang berakar dari Jepang.
Judo dikembangkan dari seni bela diri kuno Jepang yang disebut Jujutsu.
Jujutsu yang merupakan seni bertahan dan menyerang menggunakan tangan kosong maupun senjata pendek, dikembangkan menjadi Judo oleh Kano Jigoro pada 1882.
Olahraga ini menjadi model dari seni bela diri Jepang, gendai budo, dikembangkan dari sekolah (koryu) tua.
Pemain judo disebut judoka atau pejudo.
Judo sekarang merupakan sebuah cabang bela diri yang populer, bahkan telah menjadi cabang olahraga resmi Olimpiade.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ilustrasi-judo-1-332020.jpg)