Sengketa Lahan

Lahan SDI Kampung Parang Bersengketa, Keluarga Minta Ganti Rugi

Lahan Sekolah Dasar Inpres (SDI) Kampung Parang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan masih bersengketa.

Penulis: Ari Maryadi | Editor: Hasriyani Latif
Humas Pemkab Gowa
Pihak keluarga pemilik lahan SD Inpres Kampung Parang mendatangi Ruang Rapat Wakil Bupati Gowa, Jumat (28/2/2020) lalu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Lahan Sekolah Dasar Inpres (SDI) Kampung Parang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan masih bersengketa.

Sekolah yang berlokasi di Desa Tindang, Kecamatan Bontonompo Selatan itu diklaim oleh warga setempat.

Pihak keluarga meminta lahan yang ditempati bangunan sekolah tersebut diganti rugi oleh Pemerintah Kabupaten Gowa.

Nurbia, salah seorang pihak keluarga mengklaim tanah miliknya memiliki luas 36 are. Menurutnya bangunan sekolah tersebut dibangun pada tahun 1977.

"Kalau saya pak, maunya diganti rugi Rp 100 ribu per meter," kata Nurbia dalam rilis yang diterima tribun-timur.com, Minggu (1/3/2020).

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Gowa, Abdullah Sirajuddin mengatakan pengajuan pemberian ganti rugi membutuhkan waktu yang cukup lama.

Abdullah berharap, sengketa lahan tersebut tidak berdampak pada proses belajar mengajar di SDI Kampung Parang.

"Kita berharap proses belajar mengajar tetap berlangsung," katanya.

Oleh karena itu, Abddulah meminta pihak keluarga untuk tidak mengganggu proses belajar mengajar, karena proses ini cukup lama.

Sekretaris Camat Bontonompo Selatan, Haluddin bahwa pemerintah kecamatan sebelumnya pernah melakukan pertemuan dengan pihak keluarga pemilik lahan.

Pihak pemerintah mengusulkan dua saran kepada keluarga pemilik lahan.

Pertama mengangkat pihak keluarga pemilik tanah menjadi pengajar di sekolah sebagai honor.

Tawaran kedua mengembalikan lahan kosong yang luasnya sekitar 26 are dari 36 are yang tidak didirikan gedung sekolah.

"Hanya saja saat itu belum ada kesepakatan antara pemerintah kecamatan dan pihak keluarga pemilik lahan. Waktu itu kita sepakat kecuali keluarga beliau," katanya.(*)

Laporan Wartawan Tribun Timur @bungari95

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved