Desa Panggalo Majene Diusulkan Jadi Desa Adat di Sulawesi Barat

Lukman menjelaskan, dengan ditetapkannya jadi desa adat, maka pemerintah pusat otomatis membangun infrastruktur ke desa Panggalo.

Desa Panggalo Majene Diusulkan Jadi Desa Adat di Sulawesi Barat
istimewa
Ketua ADKASI saat berkunjung ke Desa Panggalo Kecamatan Ulumanda, Sabtu, 29 Februari 2020. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE - Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) mewacanakan bakal mendorong Desa Panggalo, Kecamatan Ulumanda, Majene, Sulbar, jadi desa adat.

Wacana penetapan Desa Panggalo sebagai desa adat di Majene, Sulawesi Barat, disampaikan Ketua ADKASI, Lukman Said saat mengunjungi Desa Panggalo, Sabtu (29/2/2020) kemarin.

"Daerah ini tidak akan bisa berkembang kalau bukan negara yang ikut campur. Olehnya saya akan sampaikan, negara yang harus mengintervensi daerah ini," kata H Lukman di Desa Panggalo melalui rilis ke tribunsulbar.com, Minggu (1/3/20).

Lukman menjelaskan, dengan ditetapkannya jadi desa adat, maka pemerintah pusat otomatis membangun infrastruktur ke desa Panggalo.

"Bukan hanya jalanan tapi juga pelayanan masyarakat lainnya,"katanya.

Menurut Lukman, potensi Desa Panggalo untuk menjadi desa adat sangat besar, selain karena masyarakatnya masih mempertahankan tradisi, juga karena daerah ini memililki keunikan tersendiri.

"Salah satu keunikannya yaitu ayam Panggalo. Ayam bertubuh besar ini tidak ada di tempat lain, hanya ada di Panggalo, karena ini ayam manurung," ujar Lukman.

"Jadi kita akan perjuangkan, saya akan perjuangkan ke pusat untuk jadi desa adat,"lanjutnya.

Sebagai langkah awal, Lukman mengatakan akan berkordinasi dengan DPRD Kabupaten Majene melalui organsisasi ADKASI agar menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Desa Adat. Perda desa adat, kata dia, nantinya menjadi syarat mutlak menetapkan Panggalo sebagai desa adat.

Terkait hal itu, anggota DPRD Majene Muhammad Safaat menyambut baik. Menurutnya, wacana penetapan Desa Panggalo sebagai desa adat adalah langkah strategis membuka akses ke desa yang terisolasi di perbatasan tiga kecamatan, Ulumanda, Tammero'do dan Tu'bi Taramanu (Tutar) itu.

Halaman
12
Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved