Investasi Pertanian

Dari Papua Barat, Mentan Syahrul Dorong Investasi Berkelanjutan Sektor Pertanian

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menghadiri Pertemuan Tingkat Tinggi Investasi Hijau untuk Provinsi Papua dan Papua Barat.

Dari Papua Barat, Mentan Syahrul Dorong Investasi Berkelanjutan Sektor Pertanian - syahrul-yasin-limpo-menghadiri-pertemuan-tingkat-tinggi-investasi-hijau-2.jpg
dok Kementan
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menghadiri Pertemuan Tingkat Tinggi Investasi Hijau untuk Provinsi Papua dan Papua Barat, di Hotel Swiss-Bellhotel, Kota Sorong, Kamis (27/2/2020).
Dari Papua Barat, Mentan Syahrul Dorong Investasi Berkelanjutan Sektor Pertanian - syahrul-yasin-limpo-menghadiri-pertemuan-tingkat-tinggi-investasi-hijau-3.jpg
dok Kementan
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menghadiri Pertemuan Tingkat Tinggi Investasi Hijau untuk Provinsi Papua dan Papua Barat, di Hotel Swiss-Bellhotel, Kota Sorong, Kamis (27/2/2020).
Dari Papua Barat, Mentan Syahrul Dorong Investasi Berkelanjutan Sektor Pertanian - syahrul-yasin-limpo-menghadiri-pertemuan-tingkat-tinggi-investasi-hijau.jpg
dok Kementan
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menghadiri Pertemuan Tingkat Tinggi Investasi Hijau untuk Provinsi Papua dan Papua Barat, di Hotel Swiss-Bellhotel, Kota Sorong, Kamis (27/2/2020).

TRIBUN-TIMUR.COM, SORONG - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menghadiri Pertemuan Tingkat Tinggi Investasi Hijau untuk Provinsi Papua dan Papua Barat di Hotel Swiss-Bellhotel, Kota Sorong, Kamis (27/2/2020).

"Pertemuan ini sangat penting. Bagaimana pelaku usaha, mitra kerja, dan pemerintah bisa duduk bersama dan berdialog, mencari solusi, tentu dengan inovasi-inovasi sehingga ekonomi bisa tumbuh," katanya.

Mantan gubernur Sulawesi Selatan dua periode yang diganjar sebagai kepala daerah berprestasi pada ajang Kepala Daerah Inovatif 2017 karena mampu mengelola potensi daerah sehingga memacu pertumbuhan dan kemajuan berbagai sektor lebih lanjut mengatakan bahwa sektor pertanian bepeluang besar menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi kawasan.

"Komoditas perkebunan dan hortikultura potensial untuk dikembangkan. Seperti kakao dan kopi jenis arabika, saya yakin dengan sentuhan teknologi, diolah dengan cara-cara baru serta manajemen yang baik,  Insyaa Allah akan berdampak positif," kata Syahrul via rilis yang diterima tribun-timur.com.

Mentan Syahrul mengatakan, dalam catatan Kementan, untuk komoditas kakao, ada lahan  seluas 12 ribu hektar yang memiliki potensi sedangkan untuk kopi 165 hektar.

"Masih banyak potesi komoditas pertanian yang dapat didorong untuk berkembang melalui investasi yang berkelanjutan," ujarnya.

Lahan yang tersedia untuk komoditas perkebunan menurut Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan ada sekitar 5,4 juta hektar.

"Yang cocok untuk dikembangkan adalah kakao, kopi, jambu mete, kelapa sawit, kapas, karet, tebu, kelapa dan pinang. Tapi, masih 2,3 persen saja lahan yang dimanfatkan, yah, sekitar 127 ribu hektar," katanya.

Sebagai bentuk dukungan Kementerian Pertanian, pada pembukaan pertemuan, Mentan Syahrul menyerahkan bantuan program Prasarana dan Sarana pertanian kepada Pemda Propinsi Papua Barat yang diterima langsung oleh Gubernur senilai Rp 49,6 miliar.(*)

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

 

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Nur Fajriani R
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved