24 Tewas dalam Kerusuhan di India, Terburuk yang Pernah Terjadi, Situasi di Lokasi Sangat Suram

Setidaknya 24 orang telah tewas dalam kerusuhan selama 3 hari di New Delhi, India, Senin (24/2/2020) hingga Rabu (26/2/2020).

TRIBUN-TIMUR.COM - Setidaknya sudah 24 orang telah tewas dalam kerusuhan selama 3 hari di New Delhi, India, Senin (24/2/2020) hingga Rabu (26/2/2020).

Kerusuhan dimulai selama kunjungan kenegaraan pertama Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke India.

Menurut pihak berwenang, jumlah korban diperkirakan akan meningkat.

Keresahan atas Undang-Undang (UU) Kewarganegaraan baru, dimulai sejak Desember tahun lalu.

Namun, bentrokan terbaru pada Rabu (26/2/2020), merupakan yang terburuk yang pernah terjadi di ibu kota dalam beberapa dekade.

Sebelumnya, seorang pejabat di Rumah Sakit Guru Teg Bahadur di New Delhi mengatakan 13 orang telah meninggal dan lebih dari 150 orang terluka, sebagian besar dari mereka terkena luka tembak, dan telah dirawat.

Ibu kota India menjadi pusat kerusuhan terhadap Undang-Undang Amendemen Kewarganegaraan.

Undang-Undang Amandemen Kewargenaraan yang baru mengatur bahwa akan lebih mudah bagi non-Muslim dari tiga negara tetangga yang didominasi Muslim, untuk mendapatkan kewarganegaraan India.

Di bawah hukum, agama minoritas seperti Hindu dan Kristen di negara tetangga Bangladesh, Pakistan dan Afghanistan, yang telah menetap di India sebelum 2015, akan memiliki kesempatan untuk menjadi warga negara India.

Mereka mendapat kesempatan menjadi warga negara India dengan alasan bahwa mereka menghadapi penganiayaan di negara-negara asalnya.

Halaman
1234
Editor: Edi Sumardi
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved