Nelayan Wajo Ditangkap

Ditangkap Gunakan Pukat Hela di Teluk Bone, Begini Pengakuan Nelayan Wajo di Depan Polisi

"Aksinya sudah dua kali dalam minggu ini. Tapi sampai saat ini kita masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap dua pelaku

Ditangkap Gunakan Pukat Hela di Teluk Bone, Begini Pengakuan Nelayan Wajo di Depan Polisi
hardiansyah/tribun timur
Dua pelaku penggunaan pukat hela atau troll menangkap ikan di Teluk Bone ditangkap polisi, Rabu (26/2/2020) 

TRIBUN-WAJO.COM, SENGKANG - Dua nelayan Kabupaten Wajo yang ditangkap di perairan Teluk Bone, mengaku sudah beraksi sebanyak dua kali.

Keduanya ditangkap lantaran menangkap ikan menggunakan pukat hela.

"Aksinya sudah dua kali dalam minggu ini. Tapi sampai saat ini kita masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap dua pelaku," kata Kasat Reskrim Polres Wajo, AKP Bagas Sancoyoning Aji saat menggelar jumpa pers, Rabu (26/2/2020).

Di hadapan polisi, pelaku yang masing-masing berinisial KM (45) yang berasal dari Kecamatan Pitumpanua.

Satu pelaku lainnya yaitu, JN (67) berasal dari Sengkang, mengaku bahwa alat tangkap yang digunakannya dilarang.

"Pengakuannya mereka tahu, kalau (pukat hela) dilarang. Mereka ingin dapat hasil tangkapan yang banyak, tentu untungnya juga," katanya.

Keduanya ditangkap saat melakukan aktivitas menjaring ikan di perairan Teluk Bone, tepatnya di wilayah Kecamatan Keera, Kabupaten Wajo, Selasa (25/2/2020) sore.

Sebagaimana diketahui, penggunaan alat tangkap ikan pukat hela atau troll telah dilarang oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia.

Alat tangkap ikan jenis pukat hela yang memiliki jaring yang kecil bisa menjaring semua ikan-ikan kecil, yang menjadi biota laut hingga keberlangsungan ekosistem laut terancam.

Juga, pukat hela menggunakan pemberat yang bisa merusak biota lau berupa karang di dasar lautan.

Halaman
12
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved