Desa Wisata Maros

Akan Ada 20 Tempat Wisata Baru di Maros

Untuk meningkatkan jumlah wisatawan di Maros, khususnya wisatawan domestik.

Akan Ada 20 Tempat Wisata Baru di Maros
ansar lempe
Kepala Disbudpar Maros, Ferdiansyah saat berada di kawasan wisata alam air terjun Bantimurung. 

TRIBUNMAROS.COM, TURIKALE - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Maros menggandeng Asosisasi Travel dan Tur Indonesia (Asita) Sulsel.

Untuk meningkatkan jumlah wisatawan di Maros, khususnya wisatawan domestik.

Dengan cara membuat desa wisata di 20 desa di 14 kecamatan se-Maros.

Kepala Disbudpar Maros, Ferdiansyah, mengatakan pekan lalu Disbudpar sudah menetapkan dua puluh desa yang akan dikembangkan sebagai desa wisata pada tahun ini.

"Disbudpar Maros juga telah memperkenalkan dua puluh objek wisata baru itu ke pelaku wisata di bawah naungan Asita Sulsel," kata Ferdi, melalui rilis ke tribunmaros.com, Rabu (26/2/2020).

Bahkan, tambahnya, setelah kunjungan ke Maros, Dispudpar dan Asita Sulsel telah melakukan studi banding ke Batu dan Malang, Jawa Timur pada 21- 23 Februari 2020 lalu.

“Di Batu kami mempelajari cara mengembangkan desa wisata,” ujar Ferdi.

Dua puluh desa wisata ini, nantinya menjadi alternatif wisata Maros selain Bantimurung, Rammang-rammang, dan Leang-leang.

Ketua Asita Sulsel, Leonardo Manaba, mengatakan Asita akan membantu menjual wisata Maros melalui program Makassar Beyond dengan melibatkan beberapa kabupaten disekitar Kota Makassar.

Ia berharap, Maros sebagai kabupaten yang paling dekat dengan Makassar akan menjadi salah satu kabupaten penopang program Makassar Beyond ini. (*)

Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved