Tribun Makassar

Soal Data ACC Terkiat Penyalahgunaan Dana Desa, Kejati: Angkanya Tidak Sebesar itu

Dari 53 kasus penyalahgunaan dana desa tersebar di sejumlah kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Soal Data ACC Terkiat Penyalahgunaan Dana Desa, Kejati: Angkanya Tidak Sebesar itu
Humas Pemprov Sulsel
Nurdin Abdullah saat sosialisasi prioritas penggunaan dana desa di Hotel Four Points by Sheraton Jl Andi Djemma Makassar, Selasa (25/2/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Lembaga Anti Corruption Commitee (ACC) Sulawesi, melansir ada 53 perkara kasus penyalahgunaan dana desa periode 2018-2019.

Dari 53 kasus penyalahgunaan dana desa tersebar di sejumlah kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Berdasarkan data Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar dari tahun 2018 pada sektor Alokasi Dana Desa (ADD) terdapat 26 perkara.

Tahun 2019 sektor dana desa terdapat 27 perkara, dengan total 53 perkara yang teregister di kepaniteraan pengadilan setempat.

Untuk kerugian keuangan negara terkait korupsi dana desa tahun 2019 dari total 27 perkara, sebanyak Rp 8,2 miliar lebih.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Firdaus Dewilmar merespon angka tersebut.

"Saya tidak yakin dengan angka itu, karena catatan kami kerugiannya tidak sebesar itu," ujar Fordaus di sela sambutan di sosialisasi prioritas penggunaan dana desa di Hotel Four Points by Sheraton Jl Andi Djemma Makassar, Selasa (25/2/2020).

Menurutnya, kerugian negara pada 2019 mencapai hanya mencapai Rp 2,8 miliar.

"Tidak ada lagi melakukan diskriminasi terhadap kepala desa. Tapi kita akan melakukan pengamanan dana desa," ungkapnya.

Firdaus mengaku, untuk mengawasi dana desa, Kejati Sulsel menyediakan program khusus yang bernama jaga desa dan aplikasi pengelolaan dana desa.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved