BNI untuk Petani

Anak Petani Desa Panaikang Gowa Kini Tidak Lagi Putus Sekolah

Kebahagiaan kini menyelimuti perasaan kelompok tani di Desa Panaikang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa.

Anak Petani Desa Panaikang Gowa Kini Tidak Lagi Putus Sekolah
TRIBUN TIMUR/ARI MARYADI
Wakil Pemimpin Centra Kredit Kecil BNI Makassar, Elisa Tanya (kanan) didampingi kelompok tani Syahril Daeng Lewa (kiri). 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA -- Kebahagiaan kini menyelimuti perasaan kelompok tani di Desa Panaikang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa.

Sejumlah anak-anak petani setempat yang sempat putus sekolah kini bisa melanjutkan pendidikan.

Hal itu terwujud berkat bantuan dari Bank Negara Indonesia (BNI) melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Petani yang dulunya memimjam uang modal dari rentenir, kini mendapat bantuan usaha dari BNI.

Bunganya tergolong rendah, hanya enam persen. Sedang dulunya ketika pinjam uang Rp1 juta di rentenir, uang yang dikembalikan mencapai Rp1.6 juta setiap panen.

"Alhamdulillah anak-anak dari kelompok tadi kami sudah bisa melanjutkan sekolah," kata Syahrir Daeng Lewa, ketua kelompok tani Desa Panaikang kepada Tribun, Selasa (25/2/2020).

Syahrir mengatakan, produksi pertanian kelompok taninya mencapai 800 ton ketika panen tahun 2018 lalu.

Hasil panen meningkat dua kali lipat ketika mendapat bantuan KUR dari BNI. Produksi pertanian kelompok tani Syahrir naik menjadi 1.600 ton pada akhir 2019 lalu.

"Ini berkat bantuan BNI, produksi pertanian bisa dioptimalkan dengan pemberian pupuk ketika menanam. Warga tidak lagi kesulitan membeli pupuk," terang Syahrir.

Hasil produksi pertanian warga Desa Panaikang didominasi oleh singkong. Ada pula jagung dan padi.

Halaman
123
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved