Pilkada Serentak 2020

Tiga Kabupaten di Sulbar Tanpa Calon Perseorangan, KPU Pasangkayu Terima Satu Calon

Hamdan mengatakan di Kabupaten Mamuju jika ada jalur perseorangan yang akan ikut dalam pilkada mendatang

Tiga Kabupaten di Sulbar Tanpa Calon Perseorangan, KPU Pasangkayu Terima Satu Calon
nurhadi/tribunmamuju.com
Suasana kantor KPU Mamuju di kompleks Graha Nusa Jl Jenderal Sudiman Kelurahan Simboro, jelang pendaftaran calon Bupati dan Wakil Bupati jalur perseorangan ditutup. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Tiga kabupaten di Sulawesi Barat (Sulbar) yang akan menggelar Pilkada serentak 2020 yakni Majene, Mamuju dan Mamuju Tengah, dipastikan tanpa calon Bupati dan Wakil Bupati dari jalur persorangan.

Sejak pendaftaran jalur perseorangan dibuka pada 19 Februari hingga ditutup pada Minggu 23 Februari Pukul 23.59 Wita, tak ada satupun Tim atau LO dari bakal balon perseorangan melakukan konfirmasi untuk hadir mendaftar di tiga kantor KPU.

"Malam ini sudah terakhir. Dipastikan tidak ada pendaftar calon Bupati dan Wakil Bupati untuk jalur independent di Pilkada Mamuju. Seharusnya kalau ada yang akan mendaftar datang sejak awal dibuka pendaftaran untuk mengambil pasword agar data dukungan dapat diinput ke aplikasi Silon KPU,"jelas Ketua KPU Mamuju, Hamdan Dangkang ditemui di kantornya.

Hamdan mengatakan di Kabupaten Mamuju jika ada jalur perseorangan yang akan ikut dalam pilkada mendatang, minimal menyerahkan berkas dukungan KTP sebanyak 16.724 jiwa atau 10 persen dari jumlah DPT Mamuju 167.230 jiwa berdasarkan PKPU 18 Tahun 2019 tentang pencalonan.

"Jadi kami akan buatkan berita acara malam ini bahwa tidak ada yang daftar lewat jalur perseorangan,"ujarnya.

Terpisah, Ketua KPU Kabupaten Majene, Arsalin Aras dan Komisioner KPU Mamuju Tengah, Jasmuddin, juga menyampaikan hal sama, pikada 2020 di Bumi Assamalewuan julukan Majene dan Bumi Lalla Tassisara julukan Mamuju Tengah tak akan diikuti calon dari jalur perseorangan.

"Malam ini pendaftaran sudah ditutup berdasarkan PKPU Nomor 16/ 2019 tentang batas akhir penyerahan syarat dukungan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati dari jalur perseorangan. Hingga Pukul 23.59 wita, tidak ada tim atau LO bakal calon perseorangan yang datang ke KPU melakukan konfirmasi sehingga Pilkada Majene dipastikan tanpa calon perseorangan,"ujar Arsalin Aras via whatsapp.

"Di Mamuju Tengah juga tidak ada calon perseorangan pada Pilkada September 2020mendatang,"Jasmuddin menambahkan.

Sekedar diketahui, jumlah minimal dukungan atau KTP yang harus diserahkan calon perseorangan ke KPU Majene jika ada yang mendaftar sebanyak 11.089 jiwa, sepuluh persen dari jumlah DPT Majene sebanyak 110.884 jiwa. Sementara Mamuju Tengah sebanyak 7.517 jiwa dari 75.165 jumlah DPT.

Sementara KPU Pasangkayu menerima satu pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati jalur perseorangan Pukul 23.22 Wita. Yakni Abdullah Rasyid dan Muhammad Yusri M Nur.

"Hingga pendaftaran ditutup (23.59 Wita). Hanya satu pasangan yang datang mendaftar di KPU,"kata Ketua KPU Pasangkayu, Syahran Ahmad via telepon.

Ketua Bawaslu Pasangkayu, Ardi Trisandi yang melakukan pengawasan mengatakan hingga Pukul 00.30 belum diketahui apakah syarat minilmal yang diserahkan Abdullah Rasyid dan Muhammad Yusri M Nur sudah mencukup yakni sebanyak 9.379 KTP dari 87.777 DPT Pasangkayu.

Untuk pendaftaran calon Bupati dan Wakil Bupati Pilkada Tahun 2020 melalui jalur partai politik baru akan dibuka pada bulan Juli mendatang. Syaratnya calon Bupati dan Wakil Bupati harus mendapatkan rekomendasi 20 persen dari jumlah kursi di DPRD masing-masing kabupaten.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved