Kemenkumham Sulbar Gelar Diseminasi Kekayaan Intelektual Komunal

Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Kantor Wilayah (Kanwil) Sulawesi Barat (Sulbar) mengadakan Diseminasi Kekayaan Intelektual Komunal

Istimewa
Kemenkumham Sulbar Gelar Diseminasi Kekayaan Intelektual Komunal1 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Kantor Wilayah (Kanwil) Sulawesi Barat (Sulbar) mengadakan Diseminasi Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) di Hotel Villa Bogor Leppe Majene, Kamis (20/2/2020).

Kegiatan ini dibuka langsung Wakil Bupati Majene Lukman dan diikuti perwakilan dari Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, UMKM dan Dinas Pendidikan di Sulbar.

Tak hanya itu pelaku seni budaya dan pengrajin sutera Mandar ikut dalam diseminasi ini.

Lukman mengatakan siap meminta dinas terkait agar usaha di Majene dapat mendaftar merek produknya.

“Saya janji akan meminta dinas terkait agar pengusaha di Majene mendaftarkan merek produknya. Bawang goreng dan minyak mandar misalnya untuk segera didaftarkan mereknya" katanya.

Kakanwil Kemenkumham Sulbar Harun Sulianto mengatakan gula mandar, pisang loka perre, seni passayang sayang. Sayyang pattu'du, lipa' sa'be mandar, lopi sandeq, kopi kaleok, adalah potensi KIK yang perlu segera didaftarkan.

"Pendaftaran tersebut berikan perlindungan, tingkatkan daya saing, dan dorong ekonomi daerah. Sulbar harus punya daya saing secara ekonomi yang kuat," katanya

Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM (Yankumham) Sulbar Sri Lastami selaku narasumber mengatakan , KIK meliputi Ekspresi Budaya Tradisional (EBT), Pengetahuan Tradisional( PT) , Indikasi Geografis (IG) dan Sumber Daya genetik (SDG).

“Perlu diinventarisasi agar dapat dicegah penyalahgunaannya, difasilitasi komersialisasinya, dipromosi inovasi dan kreatifitasnya, dilestarikan budayanya, dan diamankan atribusi dan hak moralnya,” kata lastami."

Ia menambahkan seni tradisional, cerita dan permainan rakyat, arsitektur dan pakaian tradisional serta ungkapan tradisional, upacara adat. Pengetahuan pengobatan warisan tradisional, serta bahan genetik tumbuhan dan hewan dan jasad renik adalah beberapa contoh produk KIK.

“Yang pasti banyak di Majene yang perlu diidentifikasi dan dimasukkan data base agar terdaftar dan tidak diakui pihak lain,”pungkasnya.

Penulis: Nur Fajriani R
Editor: Rasni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved