Pilkada Serentak 2020

Pengamat Politik Unibos Nilai Cakada Perseorangan Buat Masyarakat Bingung

Keberadaan pasangan calon independen dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 dinilai bisa membuat masyarakat bingung.

TRIBUN TIMUR/ABDUL AZIS
Pengamat Politik Universitas Bosowa Arief Wicaksono (kemeja hijau) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Keberadaan pasangan calon independen dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 dinilai bisa membuat masyarakat bingung. Khususnya masyarakat terpelajar.

Hal inj dikatakan Pengamat Politik Universitas Bosowa Arief Wicaksono dalam acara ngobrol politik komunitas wartawan politik Sulsel bertema bedah peluang calon Independen di Warkop Aleta Todoppuli, Makassar, Rabu (19/2/2020).

Arief mengatakan bahwa dilihat dari istilah independen dalam konteks pilkada jelas sudah bermasalah. Itu karena sejauh ini belum ada satupun aturan yang secara tegas menyebutkan calon perseorangan.

"Frasa independen itu bebas dari tekanan, tapi fenomenanya calon independen kerap membawa banyak kepentingan sehingga calon independen membuat masyarakat bingung, khususnya masyarakat terpelajar," katanya.

Pertanyaan selanjutnya yang muncul di tengah masyarakat, kata Arief adalah soal permodalan. Kalau memang punya modal, calon independen ini di sokongan dari mana saja bisa.

"Apakah ada jaminan mereka (calon independen) ini tidak mengikuti kemauan pemodal? Apalagi itu bisa dilihat dari track record mereka," jelasnya lagi.

Arief mengatakan bahwa tidak ada jaminan syarat dukungan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El) yang disetor ke KPU terbebas dari kegandaan.

"Makanya dibutuhkan mekanisme pengawasan yang kuat. Khususnya terkait dukungan palsu. Apalagi jika syarat dukungan pada pilkada lalu, kembali disetorkan ke KPU. Ini sangat rawan," tegas Arief.

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Penulis: Abdul Azis
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved