Sertifikat Proper

Dinilai Taat, Sekprov Sulsel Serahkan Trofi dan Sertifikat Proper ke 5 Perusahaan Ini

Sekprov Sulsel, Abdul Hayat Gani menyerahkan trofi dan sertifikat Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) period

Dinilai Taat, Sekprov Sulsel Serahkan Trofi dan Sertifikat Proper ke 5 Perusahaan Ini
Humas Pemprov Sulsel
Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel, Abdul Hayat Gani, menyerahkan trofi dan sertifikat Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) periode 2018/2019 di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa (18/2/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel, Abdul Hayat Gani menyerahkan trofi dan sertifikat Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) periode 2018/2019 kepada lima perusahaan di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Jl Urip Sumoharjo Makassar, Selasa (18/2/2020).

Kelima perusahaan tersebut yakni, PT Vale Indonesia Tbk, PT Pertamina MOR VII TBBM Hasanuddin, PT Semen Tonasa, PT Pertamina MOR VII TBBM Palopo, dan PT Pertamina MOR VII TBBM Makassar.

Proper merupakan penilaian kepada perusahaan yang dilakukan tiap tahun oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, untuk menilai ketaatan perusahaan terhadap kewajiban dalam rangka menata kelola lingkungan.

Turut hadir, Kepala Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Kementrian LHK Wilayah Sulsel Dodi Kurniawan, Kepala Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Andi Hasdullah, perwakilan dari Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan hidup KLHK Muhsin, serta para pimpinan dan manajemen perusahaan BUMN dan swasta se-Sulsel.

Abdul Hayat mengapresiasi terhadap perusahaan yang telah berpartisipasi dalam menjaga dan melindungi lingkungan.

"Tentunya kita telah bersama-sama melakukan proses kegiatan panjang, yang tujuan akhirnya adalah untuk kepentingan bangsa dan negara," kata Hayat via rilis Humas Pemprov Sulsel.

"Dan hal ini merupakan amanat yang tertuang dalam UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup," ia menambahkan.

Selain isu lingkungan, yang harus diperhatikan juga dampak sosial di sekitar kita.

"Mestinya ini harus ada sinergi dua-duanya. Karena ada juga kajiannya, apakah layak atau tidak sebuah tempat dijadikan kawasan pabrik atau industri. Jangan sampai bersoal dengan lingkungan sosial. Ini juga kedepannya harus terkawal," jelasnya.

Kepala Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup, Andi Hasdullah menambahkan, Proper dilakukan terhadap 48 perusahaan se-Sulsel. Ini berdasarkan keputusan menteri yang dinilai telah melakukan pengelolaan yang telah melebihi persyaratan.

Seperti diketahui, ada lima perusahaan dengan Proper Peringkat Hijau, untuk peringkat biru ada 29 perusahaan, sedangkan peringkat merah ada 14 perusahaan.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @fadhlymuhammad

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved