Tribun Gowa

Perubahan BOS, Kepala Sekolah di Gowa Susun Rencana Anggaran Baru

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerapkan kebijakan baru terhadap penyaluran dana Penggunaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Perubahan BOS, Kepala Sekolah di Gowa Susun Rencana Anggaran Baru
TRIBUN TIMUR/ARI MARYADI
Kepala SD dan SMP dan bendahara BOS se-Kabupaten Gowa mengikuti Workshop Penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah BOS. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerapkan kebijakan baru terhadap penyaluran dana Penggunaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Dalam Permendikbud Nomor 8 tahun 2020, sekolah akan menerima dana BOS langsung dari rekening pemerintah pusat, bukan lagi melalui pemerintah daerah.

Termasuk penggunaan 50 persen dana BOS untuk membayar gaji guru honorer.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni meminta para kepala sekolah di wilayahnya untuk segera mempelajari kebijakan baru dana BOS itu.

Karaeng Kio, sapaan, meminta kepala sekolah segera menyusun rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah BOS.

"Kepala sekolah harus mengetahui perubahan mekanisme BOS, harus kembali menyusun RKAS," katanya, Senin (17/2/2020).

Orang nomor dua Pemkab Gowa itu mengingatkan, bahwa BOS merupakan program pemerintah pusat untuk membantu pendanaan biaya operasional sekolah.

Penggunaannya diperuntukkan pada administrasi kegiatan sekolah, penyediaan alat-alat pembelajaran, pembayaran honor, pengembangan perpustakaan, pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah.

Karaeng Kio menuturkan, Gowa sebagai kabupaten pendidikan menilai peran penting kepala sekolah dalam penggunaan BOS.

Menurutnya, dana BOS harus digunakan sesuai dengan peruntukannya.

Halaman
123
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved