Tribun Mamasa

Perda Pasar Tak Kunjung Terbit, Mahasiswa Sebut Pemda Mamasa Pembohong

Aksi unjuk rasa oleh sejumlah mahasiswa dan pedagang pasar menuntut diterbitkannya peraturan daerah yang mengatur tentang pedagang sayur.

Perda Pasar Tak Kunjung Terbit, Mahasiswa Sebut Pemda Mamasa Pembohong
TRIBUN TIMUR/SEMUEL MESAKARAENG
Aksi unjuk rasa oleh sejumlah mahasiswa Mamasa dan pedagang pasar menuntut diterbitkannya peraturan daerah yang mengatur tentang pedagang sayur. 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Menindaklanjuti rencana penggusuran pedagang sayur di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat tahun lalu yang sempat tertunda, aliansi mahasiswa kembali berunjuk rasa.

Aksi unjuk rasa oleh sejumlah mahasiswa dan pedagang pasar menuntut diterbitkannya peraturan daerah yang mengatur tentang pedagang sayur.

Hal tersebut berdasarkan kesepakatan antara pedagang sayur dan pemerintah daerah yang isinya tidak akan melakukan penggusuran sebelum ada perda.

Meski juga tidak dilakukan penggusuran namun mahasiswa menilai nasib pedagang sayur tidak jelas akan di ke manakan.

Akibatnya belasan mahasiswa dan pedagamg sayur melakukan unjuk rasa di beberapa titik, termasuk di eks pasar tradisional Mamasa.

Karena perda tak kunjung terbit setelah ada kesepakatan antara pemda dan pedagang sayur, mahasiswa dalam orasinya meneriakkan bahwasanya pemda Mamasa bohong.

Tentu bukan karena tidak beralasan, bahwa sejak ada kesepakatan yang terbangun, hingga saat ini perda terkait pedagang sayur di eks pasar Mamasa belum diterbitkan.

Jenderal Aksi, Arnol Buntulangi mengatakan, aksi yang ia lakukan adalah bentuk pengawalan terhadap beberapa hal yang pernah disepakatai bersama pemda beberapa bulan lalu.

Namun hasil kesepakatan yang telah dilakukan itu tak kunjung ditepati oleh pemerintah.

"Sampai hari ini regulasi yang pernah dijanjikan belum ada kita lihat," kata Arnol Senin (17/2/2020) siang.

Halaman
12
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved