Opini

Konferensi International dan Gerakan Politik Perempuan

Dari Indonesia turut hadir Prof. Dr. M. Quraish Shihab, Prof. Dr. Din Syamsuddin, TGB. Dr. H. Muhammad Zainul Majdi dan Dr. H. Muhklis Hanafi.

Konferensi International dan Gerakan Politik Perempuan
Ist
Andi Indra Hardianti, Wakil Sekertaris Perempuan Bangsa PKB Sulsel 

Oleh; Andi Indra Hardianti

Wakil Sekertaris Perempuan Bangsa PKB Sulsel

 Pada tanggal 2-3 Jumadil Akhir 1441 H, bertepatan dengan 27-28 Januari 2020 M, bertempat di Gedung Pusat Konferensi Al Azhar, Nasr City, Kairo, dilaksanakan konferensi International Al Azhar yang dihadiri oleh para ulama dan pemikir Islam dari seluruh penjuru dunia.

Dari Indonesia turut hadir Prof. Dr. M. Quraish Shihab, Prof. Dr. Din Syamsuddin, TGB. Dr. H. Muhammad Zainul Majdi dan Dr. H. Muhklis Hanafi.

Konferensi tersebut menghasilkan 29 rumusan. Dua diantaranya terkait dengan perempuan, pada poin 26 berisi jika seorang perempuan pada zaman ini, boleh bepergian tanpa disertai mahram jika perjalanannya aman.

Ia didampingi teman sesama perempuan atau dilengkapi sarana yang bisa menolak terjadinya sesuatu yang tidak diharapkan.

Poin 27 isinya tentang bolehnya seorang perempuan menduduki jabatan apa pun yang dapat dia jalankan, termasuk jabatan tertinggi di negara.

Al-Azhar sebagai kiblat pemikiran Islam memberikan legitimasi terhadap perempuan mengenai perannya di ruang publik. 

Dalam konteks Indonesia, dialog antara agama dan negara telah memberikan legitimasi pada perempuan untuk berkiprah di panggung yang lebih profesional.

Itu dibuktikan dengan hadirnya tokoh perempuan di ruang publik sejak zaman pra kemerdekaan hingga sekarang.

Halaman
123
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved