Virus Corona

Pemprov Sulbar Persiapkan Penyambutan Warganya dari Natuna

Wakil Gubernur Sulbar Hj Enny Anggraeni Anwar, mengatakan, memang ada dua orang mahasiswa dari Sulawesi Barat yang diobservasi di Natuna

Pemprov Sulbar Persiapkan Penyambutan Warganya dari Natuna
TRIBUN TIMUR/NURHADI
Pemprov Sulbar bersama jajaran Forkopimda kunjungan ke RUSD Regional Sulbar jelang pemulangan Adzima Nurul Fatimah (19) pasca observasi di Natuna. (nurhadi/tribun) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, sedang mempersiapkan penyambutan, Adzima Nurul Fatimah (19), mahasiswa asal Mamuju yang kuliah di Kota Enshi, Provinsi Hubei, China, yang saat ini menjalani observasi di Natuna.

Masa observasi, Adzima Nurul Fatimah, akibat wabah Virus Corona bersama ratusan WNI lainnnya, akan berakhir besok 15 Februari 2020 Pukul 12.00 Wita.

Wakil Gubernur Hj Enny Anggraeni Anwar, mengatakan, memang ada dua orang mahasiswa dari Sulawesi Barat yang diobservasi di Natuna selama 14 hari, namun satu orang akan dipulangkan lewat Palu Sulawesi Tengah, atas nama Fifdah Nur Aliyah.

"Kalau mereka kembali ke Sulbar, mereka akan kembali ke keluarganya karena sudah dinyatakan sehat, tolong disampaikan bahwa mahasiswa yang dipulangkan ini bukan penderita Corona, hanya saja mereka diobservasi sebelum diserahka ke keluarga,"kata Enny saat melakukan kunjungan ke RSUD Regional Sulawesi Barat, pagi tadi.

Karena itu, Enny menghimbau masyarakat agar tak khawatir dengan kepulangan dua mahasiswa tersebut, bahkan kata Enny tak mesti dibuat heboh oleh media massa.

"Soal kapan tibanya di Sulbar, belum kita tahu persis waktunya, dan kemungkinan kami tidak akan sampaikan ke publik, karena tidak mesti, tapi intinya kita sudah persiapkan untuk penyembutan,"ujar Enny.

Rencananya pada Pukul 7 pagi dari Jakarta menuju Natuna akan berangkat 3 pesawat TNI AU, terdiri dari 2 boeing 737 dan 1 Hercules. Ini adalah sejumlah pesawat yang sama pada waktu menjemput mereka dari Batam ke Natuna.

Warga yang diobservasi sebagian besar adalah mahasiswa dari 30 provinsi (Perempuan 158 orang , Laki-laki 80 orang) dengan usia termuda 5 tahun dan usia tertua 64 tahun, beserta tim KBRI 5 orang, Tim penjemput 24 orang, dan crew Batik Air 18 orang.

"Data yang kami miliki saudara-saudara kita yang sebagian besar mahasiswa itu berasal dari 30 provinsi sebarannya paling banyak adalah Jawa Timur 68 orang, Lampung 1 orang, Jakarta 12 orang, Aceh 13 orang, Papua 8 orang, Papua Barat 6 orang, dan seterusnya,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Achmad Yurianto dikutip dari tribunbatam.id.

Adapun data rincian ratusan WNI yang dievakuasi dari Wuhan itu diantaranya
Aceh 13 orang
Bali 2 orang
Bangka Belitung 1
Banten 5 orang
Bengkulu 2 orang
DIY 2 orang
Gorantalo 1 orang
Jakarta 16 orang
Jambi 4 orang
Jawa Barat 9 orang
Jawa Tengah 10 orang
Jawa Timur 65 orang
Kalimantan Barat 4 orang
Kalimantan Timur 15
Kalimantan Utara 19 orang
Kalimantan Selatan 8 orang
Kalimantan Tengah 4 orang
Kepulauan Riau 2 orang
Lampung 1 orang
NTB 4 orang
Papua 5
Papua Bara 9
Riau 6
Sulawesi Barat 2 orang
Sulawesi Selatan 16 orang
Sulawesi Tengah 2
Sulawesi Tenggara 4 orang
Sumatera utara 4
Sumatera Barat 2
Sumatera Selatan 1 (*)

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved