Pembunuhan di Kamirie Sidrap

Pembunuhan Bocah di Kamirie, HMI Sidrap: Orangtua Harus Lebih Waspada

Menanggapi kasus tersebut, Ketua HMI Sidrap, Rivaldi menyatakan kecaman keras terhadap tindakan pelaku

Pembunuhan Bocah di Kamirie, HMI Sidrap: Orangtua Harus Lebih Waspada
hery/tribunpinrang.com
Ketua HMI Sidrap Rivaldi 

TRIBUNSIDRAP.COM, WATTANG PULU - Kasus pembunuhan bocah di Kampung Kamirie, Desa Mattirotasi, Kecamatan Wattangpulu, Kabupaten Sidrap, menuai kecaman dari berbagai kalangan.

Tak terkecuali, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sidrap.

Menanggapi kasus tersebut, Ketua HMI Sidrap, Rivaldi menyatakan kecaman keras terhadap tindakan pelaku yang tidak manusiawi itu.

"Kasus ini mesti diusut tuntas," tegasnya kepada TribunPinrang.com, Kamis (13/2/2020) malam.

Rivaldi berharap, para orang tua menjadikan persitiwa ini sebagai pelajaran untuk lebih waspada dalam mengawasi anak.

"Semoga kasus seperti ini tidak terulang kembali di Bumi Mallomo tercinta," pungkasnya.

Untuk diketahui, pelaku berinisial AC (17), warga Jl Banteng, Kelurahan Sawitto, Kecamatan Wattang Sawitto, Kabupaten Pinrang. Ia juga terdata sebagai salah seorang sales di PT Selecta Mandiri Sejahtera.

Ia diamankan lantaran terindikasi kuat sebagi pelaku yang menghabisi nyawa seorang anak bernama Muh Al-Viqri (9).

Sebelunmnya, korban ditemukan tewas di bak mandi rumahnya. Tepatnya Rabu (12/2/2020) siang.

Dalam keterangannya, pelaku mengaku bawat telah melakukan perbuatan penganiayaan terhadap korban bernama Al-Viqri (9).

Peristiwa itu bermula saat pelaku menawarkan produk alat rumag tangganya di rumah korban, Kampung Kamirie Desa Mattirotasi, Kecanatan Wattangpulu, Kabupaten Sidrap, Rabu (12/2/2020) siang.

Namun saat itu, pelaku tiba-tiba hendak buang air besar. Ia pun meminta izin kepada pemilik rumah untuk ke kamar belakang (WC).

Saat di WC, ternyata persediaan air yang asa dalam bak kamar mandi minim. Ia pun meminta tolong kepada korban untuk membuka kran air yangg berada di luar kamar mandi.

Setelah itu, pelaku memanggil dan mengajak korban untuk masuk ke dalam kamar mandi. Tek berselang lama, pelaku pun berusaha untuk memaksa korban melakukan hubungan badan (sodomi). Namun, korban berusaha untuk melarikan diri dan melawan.

Karena merasa khawatir perbuatannya diadukan, pelaku pun langsung menghabisi nyawa korban dengan tragis. Ia memasukkan korban ke dalam bak dan menekan kepalanya ke dalam air, hingga tidak bernyawa.

Penulis: Hery Syahrullah
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved