Forum Dosen Tribun

Banyak Honda dan Yamaha, Makassar Darurat Guru

Namun persoalannya, saat ini jumlah guru dianggap tidak sebanding dengan jumlah anak didik atau sekolah.

Banyak Honda dan Yamaha, Makassar Darurat Guru
Fahrizal/tribun-timur.com
Diskusi Forum Dosen dengan tema Merdeka Belajar, yang berlangsung di Tribun Timur, Jl Cendrawasih No 430, Makassar, Kamis (13/2/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Salah satu yang menjadi poin pembahasan dalam diskusi Forum Dosen di Tribun Timur adalah terkait tenaga pengajar atau guru.

Pada program terbaru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yakni Merdeka Belajar, guru dianggap nantinya akan memegang peranan besar dalam pendidikan.

Namun persoalannya, saat ini jumlah guru dianggap tidak sebanding dengan jumlah anak didik atau sekolah.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Makassar, A Hidayat yang turut hadir dalam diskusi bahkan menyebut Makassar saat ini darurat guru.

"Makassar darurat guru, kami masih butuh 2166 orang. Makanya waktu isu tenaga honorer akan dihapuskan, saya bilang apa mereka tak takut sekolah di Makassar kolaps tanpa guru," kata Hidayat.

Hidayat berkelakar, tenaga honorer ada dua yaitu "Honda" dan "Yamaha", dan merekalah yang juga banyak berkontribusi dalam pendidikan.

"Honda itu honor daerah, kalau Yamaha artinya yang masih harian, mereka inilah yang menutupi kekurangan tenaga guru kita," kata Hidayat disambut tawa para dosen dan guru besar peserta diskusi.

Menurut Hidayat, jika ingin memajukan pendidkan, pemerintah harus total, dengan mengangkat guru hingga pengawas.

"Karena apapaun kurikulum kita yang diapakai kalau kompetisi kurang, dikali nol. Pemerintah pusat harus dorong pengangkatan guru besar-besaran. Sebab masalah kekurangan guru lebih real sat ini ketimbang program-program yang digagas," jelasnya.

"Kompetensi kepala sekolah kita juga tak merata, pengangkatan kepsek lebih banyak karena jalur poltik. Bagaimana mengangkat kompetensi guru, kalau kompetensi kepseknya juga dipertanyakan," tambahnya.

Pendapat Hidayat yang menyebut Indonesia kekurangan guru, justru dibantah oleh Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sulsel, Abdul Halim Muharram yang ikut hadir dalam diskusi.

Menurut Abd Halim, jika berdasarkan data jumlah Nomor Unit Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK), jumlah guru saat ini memadai dan dianggap cukup.

"Sebenaranya guru cukup berdasarkan data NUPTK, kami punya datanya. Yang masalah sebenarnya karena guru kita yang dianggap hanya yang berstatus PNS, padahal honorer yang memiliki NUPTK juga sudah termasuk," imbuhnya.

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved