Peribahasa Bugis

Makna Peribahasa Bugis 'Mabbola Calla' Ritengnga Kampong'

Suku Bugis juga meninggalkan ragam warisan kesusastraan dalam bentuk peribahasa.

Makna Peribahasa Bugis 'Mabbola Calla' Ritengnga Kampong'
Dok Pribadi
Pamong Budaya Sulsel, Faisal bahas Makna Peribahasa Bugis "Mabbola Calla' Ritengnga Kampong" 

Oleh:

Faisal

Pamong Budaya Sulsel

TRIBUNTIMURWIKI.COM - Suku Bugis adalah suku yang mendiami sebagian besar wilayah di Sulawesi Selatan.

Suku Bugis juga memiliki kebudayan yang unik, mulai dari bahasa, tradisi, hingga perihal kesusastraan.

Suku Bugis juga meninggalkan ragam warisan kesusastraan dalam bentuk peribahasa.

Salah satu peribahasa Bugis, yakni mabbola calla' ritengnga kampong yang berarti berumah sendirian di tengah kampung.

Orang Bugis dikenal memiliki solidaritas tinggi sesamanya orang Bugis.

Hal itu terjadi karena ada nilai yang mengikat mereka, yaitu nilai passilessurengeng (persaudaraan).

Nilai tersebut bukan hanya didasarkan hubungan kekerabatan (keluarga), tapi juga atas dasar
hubungan pertemanan, persahabatan, tetangga, seprofesi dan semacamnya, sehingga
meresa terikat dalam hubungan kekerabatan yang lebih luas.

Atas dasar itu, kita dapat jumpai komunitas atau perkampungan orang Bugis di mana-
mana di luar Sulawesi Selatan. Perkampungan tersebut tidak jauh berbeda, baik bentuk maupun suasananya dengan perkampunngan orang Bugis di Sulawesi Selatan.

Orang Bugis yang tidak memiliki nilai solidaritas dan empati dalam kehidupan
bermasyarakat dan bertetangga, sering dijuluki sebagai mabbola calla’ ritengnga kampong
(berumah sendirian di tengah kampung).

Peribahasa ini menggambarkan seseorang atau suatu keluarga yang hidupnya terisolir
karena tidak berinteraksi dengan penduduk di dalam kampung.

Walaupun rumahnya berada di dalam kampung, tetapi ia dianggap sebagai penduduk yang terpisah dari masyarakat yang tinggal di dalam perkampungan tersebut.

Hal ini menunjukkan ketidakharmonisan keluarga tersebut dengan tetangganya, disebabkan karena sifat individualis, angkuh, conkak, arogan, sombong, tidak solider dan tidak menghargai orang lain, sehingga seluruh masyarakat dan tetangga membencinya.

Penulis: Nur Fajriani R
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved