Tribun Sulsel

Ditemui La Nyalla Mattalitti, Nurdin Abdullah 'Curhat' Soal Pertanian

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI, La Nyalla Mattalitti bertamu di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jl Sungai Tangka, Makassar.

Humas Pemprov Sulsel
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI, La Nyalla Mattalitti bertamu di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jl Sungai Tangka, Makassar. La Nyalla dan rombongan diterima langsung Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sulsel. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKSSAR - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI, La Nyalla Mattalitti bertamu di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jl Sungai Tangka, Makassar.

La Nyalla dan rombongan diterima langsung Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sulsel.

Pada kesempatan ini, Nurdin Abdullah menjelaskan apa yang menjadi kebutuhan Sulsel baik dalam bidang pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan dan yang paling penting soal dunia usaha atau investor.

Ia memaparkan, di bidang pertanian, Nurdin Abdullah menjelaskan bagaimana masalah yang dihadapi petani saat ini, termasuk susahnya pasokan pupuk, obat-obatan, benih bagi petani perkebunan yang mengalami kekurangan pasokan benih coklat.

Hal itu karena, petani Susel bergantung dengan perbenihan di Jember.

Berbeda kata Nurdin di sektor perikanan, Sulsel sudah berhasil melakukan ekspor berkali-kali dan saat ini sudah melakukan ekspor langsung, tidak lagi melalui Surabaya dan Jakarta.

"Alhamdulillah kami sudah melakukan direct call hasil pertanian dan perikanan kita di Sulsel," kata Nurdin dihadapan La Nyalla.

Sementara untuk sektor peternakan, masih dalam proses pengembangan di beberapa wilayah. Termasuk di Kabupaten Luwu Utara, Kecamatan Seko, yang akan dijadikan pusat ternak sapi di Sulsel.

"Sulsel siap menjadi daerah lumbung daging nasional bahkan dunia, karena memiliki lahan yang sangat luar biasa untuk pemeliharaan sapi," jelasnya.

Sedangkan untuk sektor kehutanan, masih memiliki kendala yang sangat serius. Petani palawija terus melakukan penggundulan hutan dari tahun ke tahun.

Halaman
12
Penulis: Saldy Irawan
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved