SMKN 5 Wajo

Polemik Kepala SMKN 5 Wajo dan Dua Eks Honorer Dibahas di DPRD, Hasilnya

Pertama, dua eks honorer mencabut tuntutannya sekaitan sikap arogan Kepsek.

Polemik Kepala SMKN 5 Wajo dan Dua Eks Honorer Dibahas di DPRD, Hasilnya
Humas DPRD Wajo
Rapat kerja Komisi IV DPRD Wajo sekaitan polemik Kepsek SMKN 5 Wajo dan dua eks honorernya, Senin (10/2/2020). 

TRIBUN-WAJO.COM, SENGKANG - DPRD Wajo mempertemukan Kepala SMKN 5 Wajo, Abdul Hamid dengan dua eks honorer SMKN 5 Wajo, Asri Yuliani dan Asma Sari Dewi, Senin (10/2/2020).

Alhasil, sejumlah keputusan diambil pada pertemuan itu.

Pertama, dua eks honorer mencabut tuntutannya sekaitan sikap arogan Kepsek.

Kedua, Abdul Hamid akan mencabut laporannya di kantor polisi sekaitan pencemaran nama baik.

Ketiga, tak boleh lagi ada komentar miring sekaitan peristiwa tersebut.

Dua eks honorer tersebut juga tidak mau lagi bekerja di sekolah tersebut.

Sebagaimana diketahui, polemik antara Kepsek SMKN 5 Wajo dan dua honorernha bermula pada awal Januari 2020 lalu.

Kepsek meminta agar honor yang diterima keduanya dibagi ke salah satu satpam sekolah bernama Amiruddin.

Sayangnya, dua eks honorer tersebut menolak. Hingga Abdul Hamid dituding memecat keduanya lantaran tetap kekeuh menolak keputusan itu.

"Posisi Komisi IV adalah bukan sebagai eksekutor tapi hanya sebagai faslitator, kedepan diharapkan situasi dapat kembali normal dan DPRD dapat mencari penyelesaian terbaik," kata Ketua Komisi IV DPRD Wajo, AD Mayang.

Permasalah tersebut pun dianggap usai dengan adanya penandatanganan berita acara. (*)

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved