Gunung Bawakaraeng

Pemerintah Temukan Perambahan 50 Hektare Gunung Bawakaraeng

Lahan konservasi hutan itu ditemukan menjadi lahan tanaman kopi. Luasnya mencapai puluhan hektare. Ketinggian tanaman kopi itu berkisar 50 cm.

ari maryadi/tribungowa.com
Camat Tinggimoncong Andry Mauritz bersama Kapolsek Iptu Hasan Fadhlyh dan mendatangi hutan yang dirambah masyarakat di Pos 1-2 Bawakaraeng. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA -- Pemerintah Kecamatan Tinggimoncong menemukan alih fungsi lahan di di kawasan Pos 1 dan 2 kaki Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa.

Lahan konservasi hutan itu ditemukan menjadi lahan tanaman kopi. Luasnya mencapai puluhan hektare. Ketinggian tanaman kopi itu berkisar 50 cm.

"Kami mendapati area Pos 1 dan 2 Gunung Bawakaraeng sudah dikapling-kapling dan ditanami kopi," kata Camat Tinggimoncong, Andry Maurizt, Senin (10/2/2020).

Andry melanjutkan, alih fungsi lahan itu terjadi di wilayah Lingkungan Kampung Beru dan Lingkungan Lembanna.

Ia melihat langsung adanya alih fungsi lahan itu. Mereka juga menemukan lahan bekas-bekas kebakaran hutan yang diduga terjadi beberapa bulan lalu.

"Kami turut mendapati tenda yang terpasang di area itu. Diduga dibangun oleh oknum perambah hutan," sambung Andry Mauritz.

Camat Tinggimoncong juga menggandeng Kapolsek Tinggomoncong Iptu Hasan Fadhlyh dan Jajaran Koramil Tinggimoncong mendatangi lokasi perambahan hutan itu.

Hasilnya ditemukan alih fungsi lahan di area lahan yang dirambah tepatnya di Pos 1 dan Pos 2.

Aksi perambahan juga diperkirakan hingga sampai di Pos 5 gunung Bawakaraeng.

Tanaman-tqnakan kopi yang telah ditanam di atas lahan konservasi sebagai upaya tindakan.

Halaman
12
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved