Tribun Mamasa

Kadisdikbud Mamasa Tanggapi Pencopotan Jabatan Sejumlah Kepala Sekolah

Belasan Guru di Kabupten Mamasa, Sulawesi Barat diberhentikan dari jabatannya sebagai kepala sekolah (Kepsek) tanpa alasan.

Kadisdikbud Mamasa Tanggapi Pencopotan Jabatan Sejumlah Kepala Sekolah
TRIBUN TIMUR/SEMUEL MESAKARAENG
Kadisdikbud Mamasa, Muh Syukur 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Belasan Guru di Kabupten Mamasa, Sulawesi Barat diberhentikan dari jabatannya sebagai kepala sekolah (Kepsek) tanpa alasan.

Sementara belasan guru tersebut dinyatakan telah memenuhi syarat sebagai Kepsek.

Hal tersebut sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 6 tahun 2018 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah.

Kekecewaan tersebut lalu diluapkan salah seorang guru salah satu sekolah dasar yang "dipecat" dari jabatannya, yang enggan namanya ditulis.

"Saya punya sertifikat atau ijazah dan Nomor Unit Kepala Sekolah (NUKS), tapi tanpa alasan yang jelas diberhentikan dan di nota tugaskan sebagai guru kelas," ungkapnya Jumat (7/2/2020) siang.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mamasa, Muhammad Syukur menjelaskan, sesuai Permendikbud 6 tahun 2018 diwajibkan Kepsek harus mengikuti pelatihan.

"Memang diwajibkan calon Kepsek untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan serta memiliki NUKS," jelasnya, Senin (10/2/2020) pagi.

Namun lanjut Syukur, calon Kepsek yang memiliki ijasah dari LP2KS dan NUKS tidak serta merta dapat diangkat menjadi Kepsek.

"Jangankan calon Kepsek, Kepsek yang sedang menjabat sekalipun harus melalui proses penilaian kinerja jika ingin melanjutkan jabatannya," lanjutnya.

Disebutkan Syukur, penilaian berjenjang yang harus dilalui yaitu mulai dari penilaian pengawas sekolah dan penilaian oleh Unit Pelaksana Tehknis Dinas (UPTD) Pendidikan.

Halaman
12
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved