Kejati Sulsel Hentikan Kasus Jentang

Ini Reaksi LBH Atas Kasus Jentang Dihentikan Kejati Sulsel, Barter?

Diketahui, kasus yang sempat menjerat Jentang tersangka pada kasus sewa lahan Buloa, di SP3 Kejati pada 29 Januari 2020.

darul/tribun-timur.com
Buronan tersangka Soedirjo Aliman alias Jentang, saat dikawal pihak Jaksa di gedung Kejati Sulsel. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar menyoroti sikap Kejati Sulsel, setelah SP3 kasus Soedirjo Aliman alias Jentang (83).

Diketahui, kasus yang sempat menjerat Jentang tersangka pada kasus sewa lahan Buloa, di SP3 Kejati pada 29 Januari 2020.

Mengenai hal itu, LBH menilai komitmen penyidik Kejati Sulsel pada pemberantasan kasus-kasus korupsi sudah tidak ada lagi.

Terutama kata Wakil Direktur LBH Muh. Fajar Akbar, dalam kasus yang menjerat pengusaha Soedirjo Alima alias Jentang.

Sejak ditangkap Kejagung, kemudian oleh Kejati Sulsel ditangguhkan penahanannya dan selanjutnya dihentikan kasus Jentang.

Menurut Muh Fajar, pihak Kejati hendak melakukan "barter" kasus korupsi dengan tersangka Jentang dengan pengembalian.

Pengembalian aset negara yang dikuasai Jentang juga yang nilainya lebih besar dari nilai kerugian negara pada kasus korupsi.

"Ini jelas, Kejati sebagai insitusi penegak hukum justru bermain dengan supremasi hukum," katanya, Jumat (7/2/2020) sore.

LBH menilai, tidak mengejutkan dihentikan bila logika hukum dibangun Kejati Sulsel, seperti proses barter dalam perdagangan.

"Perlu didesak agar SP3 ini dijelaskan lebih luas ke publik, karena ini dikoordinasi dan disupervis di KPK," tambah Muh Fajar.

Halaman
12
Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved