Pencabulan Anak di Mamasa

Hasil Visum Korban Kekerasan Seks di Mamasa Menunggu Pemeriksaan Ahli Porensik

Kekerasan seks terhadap siswi SMP kelas 3, dilakukan oleh ayah, kakak dan sepupu korban sendiri yang masih berusia 17 tahun.

semuel/tribunmamasa.com
Wakil Kapolres Polres Mamasa, Kompol Abidin Rasyid 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Proses hukum terhadap pelaku pencabulan anak di bawah umur masih terus bergulir di Kepolisan Resort Mamasa, Sulawesi Barat.

Kekerasan seks terhadap siswi SMP kelas 3, dilakukan oleh ayah, kakak dan sepupu korban sendiri yang masih berusia 17 tahun.

Sehari setelah ketiga pelaku diamankan Satuan Reskrim Polres Mamasa, pelaku langsung dijadikan tersangka.

Terhadap kasus itu, pihak penyidik telah memeriksa sebanyak delapan orang saksi.

Saksi itu baik dari pelaku, korban dan bahkan saksi lain yang dianggap mengetahui kasus yang dialami siswi tersebut sejak tahun 2016 lalu.

Demikian diungkapkan Waka Polres Mamasa, Kompol Abidin Rasyid saat dikonfirmasi Rabu (5/2/2020) siang.

Ia menjelaskan, setelah keterangan saksi dianggap sudah rampung, maka akan dilakukan gelar perkara.

"Untuk tindakan selanjutnya, apakah kita perlu melakukan pemeriksaan ahli, atau tidak," terang Abidin Rasyid.

Sebelumnya kata dia, hasil pemeriksaan visum terhadap korban telah dikim ke pihak ahli porensik di Polda Sulbar.

Dengan begitu, pihak penyidik lanjut dia, masih menunggu hasil pemeriksaan ahli porensik.

Laporan wartawan @sammy_rexta

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved