Pemuda Bone Bangun Pabrik Kelor Terintegrasi Pertama di Sulsel

Pabrik kelor itu digagas atas kerja sama PT Plaza Desa Indonesia dengan Bumdesma Wanua Kecamatan Tonra.

Pemuda Bone Bangun Pabrik Kelor Terintegrasi Pertama di Sulsel
justang/tribunbone.com
Peletakan batu pertama Pabrik Kelor Terintegrasi dihadiri Kadis Perindustrian Bone Ir Khalil M Syihab, Camat Tonra A Awaluddin, serta perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di Desa Bulu- bulu Kecamatan, Tonra, Kabupaten Bone, Senin (3/2/2020) kemarin. 

TRIBUNBONE.COM, WATAMPONE - Fadli (42), seorang pemuda di Bumi Arung Palakka, julukan Kabupaten Bone, Sulsel, menggagas pendirian Pabrik Kelor Terintegrasi.

Peletakan batu pertama Pabrik Kelor Terintegrasi dihadiri Kadis Perindustrian Bone, Ir Khalil M Syihab, Camat Tonra A Awaluddin, serta perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di Desa Bulu- bulu, Kecamatan Tonra, Kabupaten Bone, Senin (3/2/2020) kemarin.

Pabrik kelor itu digagas atas kerja sama PT Plaza Desa Indonesia dengan Bumdesma Wanua Kecamatan Tonra.

Anggaran pembangunan Pabrik Kelor diperkirakan menghabiskan Rp 1 Miliar dengan luas bangunan sekitar 20 x 60.

Fadli yang juga pemilik PT Plaza Desa Indonesia menuturkan pihaknya menggandeng 10 Bumdes yang tergabung dalam Bumdesma Tonra.

"Jadi dananya ini berasal dari 10 Desa di Tonra yang disertakan melalui Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) Kecamatan Tonra," kata Fadli kepada tribunbone.com, Selasa (4/2/2020).

Mantan tenaga ahli pemberdayaan kabupaten pendamping desa itu menyebutkan potensi usaha ekspor kelor sangat menjanjikan pasar internasional.

Pasalnya, tanaman kelor memiliki peluang ekonomi tinggi dibutuhkan berbagai negara untuk konsumsi maupun industri.

"Insya Allah ini akan jadi berkah untuk petani kelor di Bone dan Sulsel karena perusahaan kami bisa beli biji kelor tanpa batas, semakin banyak semakin gampang kami jual," katanya.

"Nantinya dengan pengolahan di Pabrik Kelor Terintegrasi ini, kurang lebih 40 macam produknya nanti, mulai berbagai jenis makanan, minuman, skincare, kosmetik, teh kelor, kopi kelor dan lain lain," kata Fadli.

Sementara itu Kadis Perindustrian Bone Ir Khalil M Syihab yang ikut serta dalam peletakan batu pertama Pabrik Kelor menuturkan pabrik kelor yang digagas pemuda Bone itu merupakan pertama di Sulawesi Selatan.

"Pencanangan pendirian pabrik Kelor ini bakal menjadi pabrik pertama di Sulsel," kata Khalil dikonfirmasi terpisah tribunbone.com.

Dia menyebutkan ide budidaya Kelor di Bone sangat menjanjikan karena Bone memiliki lahan yang luas dan sangat cocok ditanami kelor.

"Bapak Bupati Bone juga pernah menginstruksikan langsung untuk pengembangan Kelor ini persiapan ekspor dengan melihat potensi daerah di luar Sulsel sangat sukses dalam ekspor maupun kebutuhan dalam negeri yang tinggi," katanya.

Penulis: Justang Muhammad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved