Pencabulan di Mamasa

Kondisi Terkini Korban Pencabulan di Mamasa Menurut Hasil Pemeriksaan Dinkes

Pendampingan itu baik dilakukan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan.

Kondisi Terkini Korban Pencabulan di Mamasa Menurut Hasil Pemeriksaan Dinkes
Youtube
ilustrasi pencabulan 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Korban kekerasan seksual salah seorang siswi SMP di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat masih terus dalam pendampingan.

Pendampingan itu baik dilakukan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan.

Kekerasan seks oleh ayah, kakak dan sepupu terhadap korban yang masih duduk di bangku kelas 3 SMP, menyababkan anak usia 17 tahun itu tengah hamil 6 bulan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa, Hajai S. Tanga mengatakan, sehari setelah pelaku diamankan pada Senin (27/1/2020), pihaknya langsung menugaskan beberapa tim medis, baik bidan perawat maupun dokter.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, korban dinyatakan mengandung kurang lebih enam bulan.

Selain didiagnosa hamil 6 bulan, korban juga kata Hajai, mengalami kekurangan gizih.

"Tim medis melakukan pengukuran lengan atas dan ditemukan bahwa korban kurang gizih," kata Hajai saat mengikuti rapat dengar pendapat Selasa (4/2/2020) siang tadi.

Selain menderita kurang gizi, korban juga didiagnosa menderita penyakit mag.

Kondisi itu lanjut Hajai, disebabkan oleh tekanan kejiwaan yang dialami korban.

"Tetkait kondisi itu, kami sudah memberikan obat sesuai penyakit yang dialami korban," lanjutnya.

Halaman
12
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved