Ekspor Sulsel

Ekspor Sulsel 2019 Capai USD 1,21 Miliar, Impor USD 1,15 Miliar

Nilai ekspor Sulawesi Selatan pada 2019 lalu mengalami pertumbuhan cukup signifikan dibanding tahun 2018.

Ekspor Sulsel 2019 Capai USD 1,21 Miliar, Impor USD 1,15 Miliar
TRIBUN TIMUR/FAHRIZAL SYAM
Kepala BPS Sulsel Yos Rusdiansyah (tengah) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Nilai ekspor Sulawesi Selatan pada 2019 lalu mengalami pertumbuhan cukup signifikan dibanding tahun 2018.

Sepanjang 2019, total nilai ekspor Sulsel mencapai USD 1,21 Miliar, sementara 2018 sebesar USD 1,16 Miliar.

Sejalan dengan ekspor yang meningkat, jumlah nilai impor sepanjang 2019 juga menurun dari 2018 sebesar USD 1,18 Miliar, menjadi USD 1,15 Miliar.

Angka ekspor dan impor di 2019 membuat Sulsel mengalami surplus sekitar 59,97 persen, meningkat pesat dibanding 2018 lalu yang justru mengalami defisit sebesar -19,28 persen.

Surplus Sulsel di 2019 juga menjadi surplus tertinggi sejak 2015 lalu.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan, Yos Rusdiansyah mengatakan, ekspor Sulsel yang mengalami pertumbuhan cukup pesat 2019 lalu disebabkan beberapa faktor.

Salah satu yang menurutnya paling berpengaruh karena telah dibukanya kran ekspor langsung (direct call) dari pelabauhan di Makassar.

"Adanya direct call dari Makassar tentunya berpengaruh besar terhadap meningkatnya nilai ekspor Sulsel pada 2019 lalu," kata Yos dalam konfrensi pers di kantornya, Senin (3/2/2020) kemarin.

Untuk negara tujuan ekspor, Jepang menjadi paling besar dengan total 66,67 persen dari total nilai ekspor Susel di 2019.

Seperti diketahui Jepang menjadi importir nikel yang diproduksi oleh PT Vale di Sorowako, Sulawesi Selatan.

Halaman
12
Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved