Jangan Sembarang, Begini Cara Memilih Bensin Tepat untuk Motor Injeksi Agar Tarikan Tidak Tersendat

Pemilik sepeda motor injeksi, wajib paham cara memilih bensin yang tepat seusai dengan kompresi yang dibutuhkan mesin.

Jangan Sembarang, Begini Cara Memilih Bensin Tepat untuk Motor Injeksi Agar Tarikan Tidak Tersendat
Tribun Timur
Jangan Sembarang, Begini Cara Memilih Bensin Tepat untuk Motor Injeksi Agar Tarikan Tidak Tersendat 

TRIBUN-TIMUR.COM-Sepeda motor zaman sekarang bisa dibilang mayoritas sudah menggunakan sistem pembakaran injeksi.

Motor injeksi membutuhkan bahan bakar atau bensin yang sesuai dengan kebutuhan jika tak mau rusak di masa depan.

Namun, belum banyak pemilik motor injeksi mengetahui apalagi paham soal ini. Masih banyak yang mengisi bensin pada motornya dengan bensin dengan kadar oktan tidak sesuai.

Pemilik sepeda motor injeksi, wajib paham cara memilih bensin yang tepat seusai dengan kompresi yang dibutuhkan mesin.

Seperti diketahui bensin yang dijual di pasaran saat ini memiliki berbagai nilai oktan.

PT Pertamina Persero turut serta memeriahkan dan memeringati Hari Kartini yang jatuh setiap tanggal (21/4). Terlihat pengendara perempuan sehabis mengisi bensin di SPBU Gunung Bawakaraeng Makassar.
PT Pertamina Persero turut serta memeriahkan dan memeringati Hari Kartini yang jatuh setiap tanggal (21/4). Terlihat pengendara perempuan sehabis mengisi bensin di SPBU Gunung Bawakaraeng Makassar. (Hatim)

Kepala Mekanik AHASS DAM, Wahyudin mengatakan, tiap bahan bakar memiliki RON (Research Octane Number).

RON adalah angka identifikasi untuk komparasi antara heptana dan isooktana.

"Contoh, 10 persen heptana dan 90 persen isooktana. Maka, diidentifikasi dengan RON 90 (setara Pertalite)," ujar Wahyu, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Korelasinya, menurut Wahyu, dengan kesesuaian antara penggunaan bahan bakar dengan spesifikasi mesin dan emisi gas buang yang dihasilkan.

"Semakin tinggi oktan, maka akan semakin sedikit emisi gas buang yang dihasilkan. Tapi, disesuaikan dengan desain mesin. Ketidaksesuaian penggunaan bahan bakar pada mesin bisa mengakibatkan tarikan menjadi tersendat, kurang tenaga, atau mengelitik," kata Wahyu.

Halaman
123
Editor: Anita Kusuma Wardana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved