Pencabulan Anak di Mamasa

Sikapi Kasus Pemerkosaan Anak Kandung, Tokoh Adat Tawalian Mamasa Gelar Musyawarah

Sebelumnya, kasus asusila itu dilakukan oleh ayah, kakak serta sepupu, terhadap putrinya yang masih duduk di bangku kelas 3 SMP

semuel/tribunmamasa.com
Sikapi Kasus Pemerkosaan Anak Kandung, Tokoh Adat Tawalian Mamasa Gelar Musyawarah 

TRIBUNMAMASA.COM, TAWALIAN - Kasus asusila yang terjadi di Kecamatan Tawalian, Kabupaten Mamasa, Sulwesi Barat, akhirnya ditanggapi pihak tokoh adat.

Sebelumnya, kasus asusila itu dilakukan oleh ayah, kakak serta sepupu, terhadap putrinya yang masih duduk di bangku kelas 3 SMP.

Adapun pelaku yakni inisial MK (ayah), DM (kakak) dan DA (sepupu).

Siswi SMP di Mamasa Diperkosa Ayah, Kakak, dan Sepupu, Hukum Adatnya Ngeri

Terhadap kasus ini, Polisi telah menahan pelaku yang sudah dinyatakan sebagai tersangka.

Sementara korban masih dalam pendampingan pihak dinas perlindungan perempuan dan anak.

Meski telah dalam penanganan pihak berwajib, namun pelaku masih akan diproses oleh tokoh adat, sesuai kebiasaan masyarakat Mamasa, dan Tawalian Khususnya.

Mengawali proses pemberian sanksi adat, tokoh adat di Kecamatan Tawalian menggelar musyawarah.

Empat Tahun Siswi SMP di Mamasa Diperkosa Ayah, Kakak, dan Sepupu, Begini Ceritanya

Musyahwara ini dilakukan di salah satu rumah di kelurahan tawalian, dengan menghadirkan sejumlah rokoh adat, lembaga adat, serta pemerintah setempat, Rabu (291/2020) malam.

Maurids Genggong salah seorang tokoh adat yang menjadi pembicara mengatakan, musyawarah yang ia lakukan menyikapi persoalan yang terjadi di walayah adat di Tawalian.

Dari musyawarah itu kata dia, pihaknya menyepakati bahwa kasus itu merupakan perbuatan yang harus diselesaikan oleh tokoh adat.

Halaman
12
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved