Pencabulan Anak di Mamasa

Siswi SMP di Mamasa Diperkosa Ayah, Kakak, dan Sepupu, Hukum Adatnya Ngeri

Dengan demikian, kasus ini masih akan ditangani oleh pihak tokoh adat di wilayah tempat kejadian itu.

semuel/tribunmamasa.com
Ketua Lembaga Adat Kabupaten Mamasa Benyamin Matasak 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Kasus pemerkosaan anak di bawah umur di Kecamatan Tawalian, Kabupaten Mamasa, Sulbar, telah dalam penanganan pihak kepolsian.

Empat Tahun Siswi SMP di Mamasa Diperkosa Ayah, Kakak, dan Sepupu, Begini Ceritanya

Meski sudah dalam ranah pihak berwajib dan sudah dijadikan tersangka, namun kasus ini dianggap tabu bagi adat dan kebiasaan masyatakat setempat.

Dengan demikian, kasus ini masih akan ditangani oleh pihak tokoh adat di wilayah tempat kejadian itu.

Sebelumnya, kasus ini dianggap mencoreng masyarakat Kabupaten Mamasa.

Pasalnya, korban yang masih duduk di bangku kelas 3 SMP dan berumur 17 tahun, menjadi korban pemerkosaan ayah, kakak dan sepupunya sendiri.

Perlakuan itu dialami korban sejak masih SD tahun 2016 hingga tahun 2020.

BREAKING NEWS: Pelaku Pencabulan Anak di Mamasa Ditetapkan Tersangka

Menanggapi kasus ini, Ketua Lembaga Adat Kabupaten Mamasa, Benyamin Matasak mengatakan, pihaknya telah menyurat kepada lembaga adat di Kecamatan Tawalian.

"Kita serahkan dulu ke lembaga adat tingkat kecamatan," ungkap Benyamin Matasak, Rabu (29/1/2020) siang tadi.

Alasannya, kata dia, setiap wilayah keadatan di Mamasa, masing-masing memiliki kebiasaan.

"Jadi tadi pagi saya sudah layangkan surat ke lembaga adat tingkat kecamatan," tuturnya.

Surat itu, lanjut dia, ditembuskan ke Bupati Mamasa, Kapolres, Kajari.

Halaman
123
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved